Megawati Pertanyakan Urgensi Kereta Cepat Whoosh, PDIP Usul Double Track

- Minggu, 02 November 2025 | 17:20 WIB
Megawati Pertanyakan Urgensi Kereta Cepat Whoosh, PDIP Usul Double Track

Megawati Ragukan Urgensi Kereta Cepat Whoosh, PDIP Usul Double Track

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan pandangan kritis Megawati Soekarnoputri mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menurutnya, Ketua Umum PDIP itu sejak awal meragukan urgensi pembangunan kereta cepat ini bagi masyarakat.

Kebutuhan Rakyat Jadi Prioritas Utama Megawati

Hasto menjelaskan bahwa Megawati menilai proyek kereta cepat tidak langsung menyentuh kebutuhan pokok rakyat. Mantan Presiden RI tersebut lebih menekankan pentingnya investasi di sektor strategis seperti pendidikan, sistem irigasi, dan ketersediaan pupuk bagi petani Indonesia.

"Saya menjadi saksi bagaimana Ibu Mega berulang kali mempertanyakan: apakah rakyat memang membutuhkan kereta cepat itu?" ujar Hasto usai berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.

Infrastruktur Prioritas Lain yang Dianggap Lebih Mendesak

PDIP melalui Megawati menilai pembangunan bendungan, riset pendidikan, dan ketahanan pangan jauh lebih mendesak dibanding proyek kereta cepat berbiaya tinggi. Hasto juga menyoroti perubahan kebijakan dalam proyek Whoosh yang awalnya tanpa jaminan negara menjadi dijamin pemerintah.

Usulan Double Track Kereta Api sebagai Alternatif

Hasto mengungkapkan Megawati pernah mengusulkan fokus pada pembangunan jalur ganda (double track) kereta api daripada kereta cepat. Pilihan ini dinilai akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah yang masih minim transportasi publik seperti Sumatera.

"Proses penguasaan teknologi akan lebih bermakna bila dikerjakan anak bangsa sendiri. Ibu Mega bahkan sempat mengusulkan double track karena dampaknya jauh lebih luas," jelas Hasto.

Masukan Resmi PDIP ke Pemerintah

PDIP telah tiga kali menyampaikan masukan kepada pemerintah mengenai paradigma transportasi publik, termasuk proyek kereta cepat. Partai ini menekankan pentingnya pertimbangan aspek geologis kawasan Bandung dan kondisi ekonomi rakyat dalam setiap pembangunan infrastruktur.

"Presiden Jokowi tentu punya keputusan sendiri, tapi sebagai partai kami telah menyampaikan pandangan dan masukan secara resmi," tegas Hasto.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar