Megawati Ragukan Urgensi Kereta Cepat Whoosh, PDIP Usul Double Track
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan pandangan kritis Megawati Soekarnoputri mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menurutnya, Ketua Umum PDIP itu sejak awal meragukan urgensi pembangunan kereta cepat ini bagi masyarakat.
Kebutuhan Rakyat Jadi Prioritas Utama Megawati
Hasto menjelaskan bahwa Megawati menilai proyek kereta cepat tidak langsung menyentuh kebutuhan pokok rakyat. Mantan Presiden RI tersebut lebih menekankan pentingnya investasi di sektor strategis seperti pendidikan, sistem irigasi, dan ketersediaan pupuk bagi petani Indonesia.
"Saya menjadi saksi bagaimana Ibu Mega berulang kali mempertanyakan: apakah rakyat memang membutuhkan kereta cepat itu?" ujar Hasto usai berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.
Infrastruktur Prioritas Lain yang Dianggap Lebih Mendesak
PDIP melalui Megawati menilai pembangunan bendungan, riset pendidikan, dan ketahanan pangan jauh lebih mendesak dibanding proyek kereta cepat berbiaya tinggi. Hasto juga menyoroti perubahan kebijakan dalam proyek Whoosh yang awalnya tanpa jaminan negara menjadi dijamin pemerintah.
Artikel Terkait
Kritik Khozinudin ke MUI: Dukung Dewan Perdamaian Trump, Legitimasi Kezaliman Israel?
Pramono Anung Larang Atap Seng untuk Rumah Baru di Jakarta
Pemerintah Pacu Pembentukan Badan Pengawas Data Pribadi, Targetkan Perpres 2026
Sepuluh Ribu Rupiah yang Tak Terbeli: Ketika Sebatang Pena Menjadi Harga Sebuah Nyawa