Persiapan sebenarnya sudah dilakukan. Analisis lawan, sesi video, latihan khusus semua dijalani. Tapi di lapangan, semuanya berantakan. "Kami sudah bekerja keras 90 menit, tapi hasilnya ya begini," keluhnya. Situasi bertambah sulit saat mereka tertinggal. Memilih untuk terus menyerang malah membuka ruang bagi Borneo mencetak gol lagi. Pilihan yang sulit.
Namun begitu, fokus kini harus bergeser. Persebaya tak punya waktu berlama-lama meratapi kekalahan. Tantangan berikutnya sudah menunggu: laga kandang melawan Persita Tangerang. Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 4 April 2026 nanti, harus jadi momentum bangkit. Tekanan ada di pundak Tavares dan anak-anak asuhnya untuk menunjukkan reaksi positif di hadapan suporter sendiri.
Jalan masih panjang. Tapi kekalahan besar di Samarinda ini jelas alarm keras. Alarm yang, jika diindahkan, bisa mengubah arah musim mereka.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Pascabencana di Sumatera
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif sebagai Tersangka Baru Kasus Pemerasan
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun dan Rencanakan Buyback Saham
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar