Di sisi lain, ada motif lain yang mencuat. Trump juga berniat menguasai cadangan minyak Iran. Dengan ambisi itu, dia berharap harga minyak global bisa segera ditekan. Logikanya sederhana: AS akan punya stok minyak sangat besar begitu Iran takluk.
Sejauh ini, serangan AS dan Israel masih mengandalkan kekuatan udara. Mereka memanfaatkan pangkalan militer dan kapal induk di laut, mengerahkan pesawat tempur untuk melumpuhkan angkatan udara serta titik peluncuran rudal dan drone Iran. Tapi bagaimana dengan kemungkinan invasi darat? Ditanya soal peluang menerjunkan marinir atau infantri, Trump ogah berkomentar. Dia anggap pertanyaan itu sendiri sudah tidak tepat.
Suasana di kawasan itu jelas makin panas. Setiap serangan dibalas, setiap ancaman dibalas dengan ancaman yang lebih keras. Dan untuk sekarang, belum terlihat ujung pangkalnya.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Peredaran 9 Ton Daging Beku Kadaluarsa Jelang Lebaran 2026
Tarif Nol Persen AS Buka Peluang Ekspor, Tapi Daya Saing Jadi Kunci
Kurniawan Dwi Yulianto Pilih Sempurnakan Warisan Nova Arianto di Timnas U-17
BGN Beri Ultimatum 30 Hari ke Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis