Suasana di Istana Merdeka, Kamis siang itu, terasa berbeda. Ruangan yang biasanya penuh dengan kesibukan diplomatik, kali ini diisi oleh keheningan yang haru. Presiden Prabowo Subianto berdiri di hadapan para kiai dan tokoh masyarakat Islam, dan di saat-saat tertentu, suaranya tak lagi terdengar mantap. Ia berusaha menahan sesuatu.
Acara silaturahmi itu sendiri menghadirkan 121 tokoh dari berbagai penjuru daerah. Mereka berkumpul, namun fokus utama sore itu bukanlah politik. Perhatian semua orang tertuju pada sebuah layar yang menayangkan video dokumentasi. Tampak di sana, bantuan dari Indonesia akhirnya tiba dan diterima oleh warga Palestina. Gambar-gambar itulah yang rupanya menyentuh sisi paling dalam sang Presiden.
Prabowo pun mulai bicara. Suaranya bergetar sejak awal, penuh dengan beban rasa syukur yang dalam. Ia menyampaikan apresiasinya yang tak terhingga kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurutnya, lembaga itu telah menjadi simbol nyata kepedulian bangsa.
"Luar biasa, terima kasih Baznas. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia," ujar Prabowo.
Ia menegaskan, bantuan yang dikumpulkan dan dikirim itu bukan sekadar angka atau barang. Bantuan itu benar-benar mendarat, dirasakan, dan menjadi penopang bagi saudara-saudara di Palestina yang hidup dalam kesulitan yang sulit kita bayangkan.
Artikel Terkait
APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak
Menteri Keuangan Siapkan Skenario Antisipasi Defisit Jika Harga Minyak Capai USD92
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari Seminggu untuk Kantor Pemerintah, Antisipasi Krisis Energi Global