Upaya pemerintah untuk menyatukan langkah berbagai kementerian dan lembaga dalam mengelola bakat nasional semakin intens. Ini semua berangkat dari Perpres Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (MTN). Intinya, sistem ini ingin jadi satu peta jalan terpadu. Tujuannya jelas: memastikan proses pemetaan, pengembangan, hingga penguatan talenta di berbagai sektor berjalan berkesinambungan.
Dalam rapat koordinasi tingkat menteri Gugus Tugas MTN di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat lalu (6/3/2026), Menteri Kebudayaan Fadli Zon memaparkan capaian setahun ke depan untuk bidang seni budaya. Rapat yang juga diwarnai penandatanganan kerjasama dan NDA soal integrasi basis data talenta ini menjadi momen penting.
Fadli menegaskan, pengembangan talenta budaya bukanlah program tanpa dasar. Ia punya pijakan konstitusional kuat di Pasal 32 UUD 1945, diperkuat lagi oleh UU Pemajuan Kebudayaan dan Perpres yang mengatur MTN itu sendiri.
"Melalui Manajemen Talenta Nasional, kami berupaya menghadirkan sistem pengelolaan talenta yang inklusif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan ekosistem budaya nasional dan global,"
Demikian disampaikan Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/3/2026).
Strateginya bagaimana? Menurutnya, penguatan MTN seni budaya dilakukan lewat pendataan yang komprehensif. Lalu, dibuatlah alur pembinaan yang terukur dan berkelanjutan. Metode peningkatan kapasitas juga dirancang agar relevan dengan tuntutan global. Yang menarik, program ini memberdayakan berbagai inisiatif publik sebagai pusat pendidikan talenta.
Ekosistem yang dibangun mencakup lima pilar: seni rupa, musik, film, sastra, dan seni pertunjukan. Hasilnya? Pada 2025 nanti, hampir 37.000 talenta budaya telah terdata. Dari jumlah itu, lebih dari 5.700 talenta sudah masuk dalam program pembinaan lanjutan.
Angka lainnya cukup menggembirakan. Ada 208 program yang dijalankan bersama mitra, merambah 58 kabupaten/kota. Bahkan, kerja sama telah terjalin dengan institusi global di 19 negara, menghasilkan 116 rekognisi internasional.
"Saat ini, pangsa pasar film nasional di Indonesia sudah mencapai sekitar 67 persen, sebuah capaian yang baru terjadi dalam satu hingga dua tahun terakhir. Film-film Indonesia juga semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai festival internasional seperti Rotterdam, Berlinale, Udine, dan Busan. Selain itu 5.700 talenta terlibat dalam berbagai program pengembangan dan kerja sama internasional,"
ujarnya.
Di bidang sastra, program MTN telah melibatkan ribuan penulis. Puluhan program digelar, fokus pada penerjemahan karya dan akuisisi oleh penerbit asing. Dunia musik pun tak kalah ramai, dengan hampir 19.000 talenta terlibat dalam produksi dan program pengembangan.
"Sementara pada bidang seni rupa terdapat ribuan talenta yang berpartisipasi dalam puluhan program dengan berbagai rekognisi internasional,"
jelas Fadli.
Sebuah kabar gembira datang dari panggung seni rupa dunia. Indonesia akan kembali tampil di Venice Biennale, pameran bergengsi yang berlangsung selama enam bulan, dengan melibatkan talenta hasil binaan MTN. Di panggung seni pertunjukan, ratusan talenta juga aktif dengan puluhan program dan sejumlah penghargaan internasional.
"Capaian ini menunjukkan bahwa talenta seni budaya Indonesia semakin hadir, semakin terlihat, dan semakin aktif dalam ekosistem budaya global,"
tegasnya.
Memang, perkembangan di bidang ini signifikan. Sebanyak 28 program telah tampil di 19 negara, dengan 116 di antaranya meraih rekognisi internasional. Melalui koordinasi lintas sektor dan sistem manajemen yang terintegrasi, MTN diharapkan jadi fondasi untuk membangun SDM unggul di riset, seni budaya, dan olahraga. Tujuannya satu: memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
"Program MTN di bidang ini juga telah membina lebih dari 5.700 talenta unggul di bidang budaya,"
tutup Fadli.
Rapat yang digelar Jumat lalu itu juga menghasilkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan NDA untuk integrasi Basis Data Terpadu MTN. Sistem data ini merupakan amanat Perpres, yang menunjuk Bappenas sebagai koordinator utama registrasi dan integrasi data talenta dari berbagai kementerian dan lembaga.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas Ahmad Pambudi, Wakil Kepala BRIN Amarullah Oktavian, serta pejabat kementerian/lembaga terkait. Sementara dari Kemendikbudristek, Mendikbud didampingi Sekjen Bambang Wibawarta, Dirjen Ahmad Mahendra, dan Direktur Irini Dewi Wanti.
Artikel Terkait
Dokter Bantah Mitos Anak Campak dan Cacar Tak Boleh Mandi: Justru Penting untuk Kebersihan Kulit
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Vonis Hary Tanoe dan MNC Bayar Ganti Rugi Rp531 Miliar ke CMNP
Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Resmi Ditahan Bareskrim dalam Kasus TPPU
PKB Kaji Penerapan Ambang Batas Parlemen di Tingkat Daerah