Dua Pemuda Terluka Parah Usai Petasan Jumbo Meledak di Pangandaran

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:35 WIB
Dua Pemuda Terluka Parah Usai Petasan Jumbo Meledak di Pangandaran

Dentuman keras mengguncang Desa Sindangjaya, Pangandaran, Jumat siang kemarin. Bukan sekali, tapi berturut-turut tiga kali. Sumber suaranya? Ledakan petasan jumbo yang konon ukurannya sebesar paha orang dewasa. Akibatnya, dua pemuda terluka parah dan atap rumah di sekitarnya rusak diterjang ledakan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu berlangsung sekitar pukul dua siang. Anton (23) dan Udan (20) sedang asyik meracik petasan itu di kediaman mereka. Entah apa yang salah, tiba-tiba bahan peledak di tangan mereka meledak sebelum waktunya.

Kapolsek Padaherang, AKP Abdurahman, membenarkan insiden tersebut. Timnya sudah diterjunkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan Pamapta Polres Pangandaran untuk olah TKP.

"Kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan. Kemungkinan karena kurangnya prosedur keamanan, terjadi ledakan yang mengakibatkan mereka mengalami luka-luka cukup serius,"

jelas Abdurahman via pesan singkat.

Kondisi korban disebutkannya cukup mengkhawatirkan. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit di Ciamis untuk penanganan intensif. Meski luka-lukanya serius, polisi masih optimis nyawa keduanya bisa tertolong.

"Melhat kondisi korban, sepertinya nyawa mereka masih bisa diselamatkan,"

tambahnya.

Menyambut insiden ini, polisi kembali angkat bicara. Mereka mengingatkan warga agar jangan coba-coba membuat atau memainkan petasan, apalagi dengan momen Idulfitri yang semakin dekat. Risikonya besar, bukan cuma untuk diri sendiri tapi juga orang di sekitar.

"Tidak membuat, meracik, atau menyalakan petasan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Hal ini sangat berbahaya karena bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain,"

tegas Abdurahman mengingatkan.

Suasana siang yang seharusnya tenang itu pun berubah jadi chaos. Atap rumah berantakan, warga berkerumun, dan dua pemuda harus berjuang antara hidup dan mati akibat ulah mereka sendiri. Sebuah peringatan keras yang datang dengan harga mahal.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar