Jelang Lebaran 2026, suasana di pasar-pasar tradisional tampak ramai. Namun, ada kabar baik dari Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ia memastikan harga dan pasokan sembilan bahan pokok utama dalam kondisi stabil, bahkan cenderung terkendali. Hal ini ia sampaikan langsung saat membuka acara "Belanja di Indonesia Aja" di Senayan City Mall, Jumat lalu.
Yang menarik, menurut Busan sapaan akrabnya banyak komoditas yang harganya masih di bawah patokan Harga Eceran Tertinggi (HET). Ambil contoh daging sapi. "Setelah kami lihat ternyata harga-harga barang cukup bagus," ujarnya.
"Kebanyakan masih di bawah HET atau mendekati HET. Kalau kita lihat tadi di sini juga daging harga Rp140 ribu sesuai HET, Rp139 ribu sekian, sedikit di bawah HET," jelas Mendag.
Di sisi lain, pemerintah tak hanya berpangku tangan. Pemantauan ketat dilakukan, baik secara digital maupun turun langsung ke lapangan. Mereka mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memantau pergerakan harga hampir setiap hari. Hasilnya? Harga relatif stabil dan pasokan terjamin.
Namun begitu, sistem data saja dinilai tidak cukup. Menteri Budi mengungkapkan bahwa ia dan jajarannya rutin blusukan ke pasar-pasar rakyat. Tujuannya ganda: memastikan fakta di lapangan sekaligus memberi efek kejutan. Kehadiran pejabat di tengah keramaian pedagang diyakini bisa memberikan dampak psikologis. "Agar mereka tidak menaikkan harga secara berlebihan," tuturnya.
Artikel Terkait
DAMRI Resmi Buka Rute Langsung Jakarta-Bali, Tiket Mulai Rp590 Ribu
Lebaran 2026: Lebih dari Setengah Tiket Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Telah Terjual
Pemerintah Batasi Truk 13-29 Maret 2026 untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran
Lebih dari 14 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Dipulangkan Imbas Ketegangan di Timur Tengah