Di tengah hiruk-pikuk politik global, suara Jusuf Kalla kembali mencuat. Mantan Wakil Presiden itu punya pandangan keras soal posisi Indonesia di panggung dunia, terutama ketika konflik melibatkan negara-negara Islam. Baginya, sikap netral bukanlah pilihan.
“Mesti ada itu keberpihakan,” tegas JK.
Masa, kita berpihak ke Israel, masa kita berpihak kepada Amerika yang menyerang. Logikanya kita harus berpihak dong kepada negara Iran.
Pernyataan itu ia sampaikan usai buka puasa dan salat tarawih bersama pengurus KAHMI di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Suasana santai malam Ramadan itu justru dipakai untuk menyampaikan kritik yang serius. Argumennya sederhana: sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia punya tanggung jawab moral. Ketika ada negara Islam yang diserang, kita harus membela. Itu logika dasar solidaritas.
Di sisi lain, Kalla melihat ada risiko nyata dari sikap yang dianggapnya “tidak jelas”. Menurutnya, diplomasi kita dengan negara-negara Asia dan dunia Islam bisa terganggu. “Kalau tidak punya sikap, kita kehilangan diplomasi,” ujarnya lagi. Ia khawatir, ketidaktegasan justru akan mengikis kredibilitas Indonesia di mata sekutu tradisionalnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram
Polda Maluku Musnahkan Ribuan Liter Sopi Hasil Operasi Gabungan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Rp33.000 per Gram
Masjid Istiqlal Houston Jadi Pusat Ukhuwah bagi Muslim Multikultural di Ramadan