Di tengah hiruk-pikuk politik global, suara Jusuf Kalla kembali mencuat. Mantan Wakil Presiden itu punya pandangan keras soal posisi Indonesia di panggung dunia, terutama ketika konflik melibatkan negara-negara Islam. Baginya, sikap netral bukanlah pilihan.
“Mesti ada itu keberpihakan,” tegas JK.
Masa, kita berpihak ke Israel, masa kita berpihak kepada Amerika yang menyerang. Logikanya kita harus berpihak dong kepada negara Iran.
Pernyataan itu ia sampaikan usai buka puasa dan salat tarawih bersama pengurus KAHMI di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Suasana santai malam Ramadan itu justru dipakai untuk menyampaikan kritik yang serius. Argumennya sederhana: sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia punya tanggung jawab moral. Ketika ada negara Islam yang diserang, kita harus membela. Itu logika dasar solidaritas.
Di sisi lain, Kalla melihat ada risiko nyata dari sikap yang dianggapnya “tidak jelas”. Menurutnya, diplomasi kita dengan negara-negara Asia dan dunia Islam bisa terganggu. “Kalau tidak punya sikap, kita kehilangan diplomasi,” ujarnya lagi. Ia khawatir, ketidaktegasan justru akan mengikis kredibilitas Indonesia di mata sekutu tradisionalnya.
Namun begitu, JK bukan cuma bicara soal memilih pihak. Ia juga menekankan pentingnya jalur damai. Konflik internasional, bagaimanapun, harus diselesaikan lewat mekanisme yang ada. Forum-forum perdamaian dunia harus dimanfaatkan secara maksimal. Kalau tidak, buat apa kita ikut di dalamnya?
Artinya Indonesia harus menyuarakan sikap secara tegas.
Pesan terakhirnya jelas. Bukan cuma tentang berpihak, tapi tentang keberanian bersuara. Di panggung global yang penuh dengan kepentingan yang saling bentrok, Indonesia diharapkannya tidak hanya menjadi penonton. Ia harus punya posisi. Harus berani bersikap. Kalau tidak, kita hanya akan terdiam, sementara dunia di sekitar kita bergolak.
Jakarta, 6 Maret 2026
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Pembobolan Toko Ayam Krispi di Makassar, Kerugian Capai Rp9 Juta
Mahasiswi Tewas Usai Motor Tabrakan dengan Truk Gandeng di Jombang
Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Watampone, Delapan Pelajar Diamankan Bersama Parang dan Busur
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Senior