Perhatian juga diarahkan pada hal-hal teknis seperti optimalisasi return on assets (ROA), perbaikan margin operasional, dan pengelolaan likuiditas yang lebih terukur. Intinya, mereka ingin kinerja perusahaan terlihat dari hal-hal yang konkret.
"Pendekatan ini memastikan bahwa kinerja perusahaan tidak hanya tercermin dalam pertumbuhan nominal, tetapi dalam kemampuan menghasilkan arus kas yang konsisten, menjaga solvabilitas, meningkatkan return on equity (ROE), serta memperkuat kapasitas pembagian dividen secara berkelanjutan bagi negara sebagai pemegang saham," tegas Rohan.
Dia juga menegaskan satu hal penting. Ukuran keberhasilan ke depan bukanlah sekadar angka besar di neraca. Yang lebih utama adalah kualitas kinerja itu sendiri.
"Fokus kami adalah membangun fundamental yang menghasilkan uang riil dan dividen berkelanjutan bagi negara," ucap dia.
Rohan melanjutkan, "Pertumbuhan yang sehat harus berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan."
Dengan fondasi keuangan yang solid dan disiplin manajemen yang kuat, perusahaan diharapkan bisa lebih fokus pada efisiensi dan penciptaan nilai riil bagi pemegang saham, yaitu negara. Proses ini tentu tidak dilakukan secara gegabah. Rohan mengatakan semuanya berjalan sistematis dan bertahap, dengan tetap menjaga stabilitas operasional bisnis.
Pada akhirnya, ini semua dilihat sebagai bagian dari transformasi jangka panjang.
"Hal ini sebagai bagian dari transformasi institusional jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional," pungkas Rohan.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Resmikan Layanan Pemakaman Gratis di 82 TPU
Presiden Prabowo Paparkan Strategi Diplomasi Palestina Lewat Forum Perdamaian kepada Ulama
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS di Langit Basra
Wamendagri Soroti Pengakuan Bupati Nonaktif Pekalongan Tak Paham Birokrasi