Danantara Mulai Kajian Ulang Menyeluruh atas Tata Kelola dan Aset BUMN

- Jumat, 06 Maret 2026 | 07:40 WIB
Danantara Mulai Kajian Ulang Menyeluruh atas Tata Kelola dan Aset BUMN

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara, mulai mengkaji ulang perusahaan-perusahaan BUMN secara menyeluruh. Ini bukan sekadar rutinitas. Langkah ini bagian dari apa yang mereka sebut "governance reset", sebuah komitmen untuk mengarahkan pengelolaan BUMN pada nilai ekonomi yang riil dan berkelanjutan.

Menurut Danantara, peninjauan menyeluruh ini wajib dilakukan. Sebagai pengelola aset negara yang baru, mereka merasa perlu memeriksa ulang kualitas aset, kebijakan akuntansi, hingga disiplin tata kelola di seluruh portofolio mereka.

Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan posisi lembaganya.

"Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Rohan menambahkan, "Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel."

Prosesnya sendiri cukup kompleks. Mereka akan mengevaluasi banyak hal, mulai dari kebijakan akuntansi, pencatatan aset, hingga sistem tata kelola dan manajemen risiko. Tujuannya satu: standar pengelolaan yang lebih solid dan mengikuti praktik terbaik. Sebenarnya, upaya serupa sudah lebih dulu dijalankan pada kelompok Perusahaan Karya. Kini, giliran sektor-sektor BUMN lainnya yang akan dikaji secara bertahap.

Lalu, apa fokus utamanya? Pertama, normalisasi dan peningkatan kualitas aset. Kemudian, penyelarasan pencatatan keuangan agar lebih akurat, wajar, dan terkini. Mereka ingin mendorong praktik pelaporan yang transparan serta prudent, yang diakui secara luas.

Namun begitu, Rohan memaparkan bahwa Danantara tidak hanya berhenti di sana. Mereka juga menekankan penguatan fundamental keuangan yang berbasis pada kualitas laba dan arus kas operasional yang kuat. Poin lainnya adalah peningkatan EBITDA berkelanjutan, disiplin dalam belanja modal, serta struktur permodalan yang sehat.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar