Protes Claudia Sheinbaum: Gerbang Istana Meksiko Dicorat-coret, Ini Pemicu Demo

- Minggu, 16 November 2025 | 13:00 WIB
Protes Claudia Sheinbaum: Gerbang Istana Meksiko Dicorat-coret, Ini Pemicu Demo
Protes terhadap Presiden Claudia Sheinbaum: Aksi Corat-coret di Istana Nasional Meksiko

Gerbang Istana Nasional Meksiko Dicorat-coret dalam Protes Menentang Presiden Sheinbaum

Sebuah aksi protes besar terjadi di Meksiko yang menyasar Presiden Claudia Sheinbaum. Kemarahan publik ini ditunjukkan dengan aksi vandalisme pada gerbang Istana Nasional di Mexico City. Para pengunjuk rasa menyemprotkan tulisan bernada kebencian yang menyasar latar belakang pribadi sang presiden.

Claudia Sheinbaum, yang menjabat sebagai presiden perempuan pertama Meksiko, juga tercatat sebagai pemimpin pertama dari keturunan Yahudi. Populasi warga Yahudi di Meksiko sendiri sangat kecil, yakni hanya sekitar 0,04% dari total penduduk. Latar belakang keluarganya berasal dari imigran Lithuania dan Bulgaria yang menyelamatkan diri dari Holocaust.

Pemicu Gelombang Ketidakpuasan Publik

Unjuk rasa yang terjadi pada pertengahan November 2025 ini dipicu oleh rasa frustrasi masyarakat terhadap dua isu utama: tingginya tingkat kejahatan dan praktik korupsi yang dianggap masih merajalela di negara tersebut. Massa berkumpul di depan Istana Nasional untuk menuntut tindakan tegas dari pemerintah.

Dalam cuitan yang beredar di media sosial, seorang pengguna menyoroti fakta unik bahwa meski populasi Yahudi sangat minoritas, Meksiko justru dipimpin oleh seorang presiden dari kalangan tersebut. Situasi ini menjadi latar belakang kompleks dari aksi protes yang terjadi.

Dalam menanggapi gejolak ini, pemerintah yang dipimpin Sheinbaum dari partai kiri dilaporkan menyalahkan kepentingan bisnis sayap kanan sebagai dalang di balik kerusuhan. Namun, tudingan ini belum bisa dikonfirmasi kebenarannya secara independen.

Insiden ini menandai sebuah babak baru dalam politik Meksiko, di mana ketegangan sosial dan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah diekspresikan dengan cara yang kontroversial dan penuh muatan kebencian.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar