Amran Minta Rp5,1 Triliun untuk Bangkitkan Pertanian Sumatera yang Terendam Banjir

- Rabu, 14 Januari 2026 | 16:50 WIB
Amran Minta Rp5,1 Triliun untuk Bangkitkan Pertanian Sumatera yang Terendam Banjir

Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Senayan, Rabu (14/1) lalu, diwarnai dengan pengajuan usulan anggaran yang cukup besar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara resmi meminta tambahan dana sebesar Rp5,1 triliun. Tujuannya jelas: menanggulangi dampak parah banjir yang melanda Sumatera terhadap sektor pertanian.

Menurut sejumlah saksi, Amran memaparkan data kerusakan yang sangat detail dan mengkhawatirkan. Banjir tak hanya merendam, tetapi juga merusak ratusan ribu hektare lahan pertanian.

"Berdasarkan data per Tanggal 13 Januari 2026, sawah yang terdampak bencana di ketiga provinsi mencapai 107,4 ribu hektare," ujar Amran.

Rinciannya, sawah rusak ringan 56,1 ribu hektare, rusak sedang 22,2 ribu hektare, dan yang rusak berat mencapai 29,1 ribu hektare. Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Dari lahan yang terendam itu, sekitar 44,6 ribu hektare tanaman padi dan jagung dipastikan gagal panen. Petani rugi besar.

Kerugiannya ternyata lebih luas. Lahan komoditas seperti kopi, kakao, dan kelapa di luar sawit pun ikut terpukul, mencapai 29,3 ribu hektare. Sementara untuk hortikultura sayuran, buah, tanaman obat sekitar 1.800 hektare ikut menjadi korban. Situasinya benar-benar suram.

Namun begitu, yang paling memilukan mungkin adalah nasib peternakan. Amran mengungkapkan, ada 820.000 ekor hewan ternak yang mati atau hilang diterjang banjir. Bayangkan kerugian dan duka yang ditanggung para peternak.

Infrastruktur pendukung pertanian juga luluh lantak. "Kami juga mencatat RPH rusak sebanyak 58 unit, alsintan hilang mencapai 2.300 unit, BPP rusak 74 unit," jelasnya.

Tak ketinggalan, bendungan rusak 3 unit, irigasi rusak 152 kilometer, dan jalan produksi rusak 820 unit. Gambaran ini menunjukkan pemulihan tak akan bisa instan.


Halaman:

Komentar