Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Damai Iran-Israel

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:20 WIB
Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Damai Iran-Israel

Suara Indonesia akhirnya terdengar jelas menyikapi pertikaian terbuka antara Iran dan Israel, yang didukung penuh oleh Amerika Serikat. Pemerintah kita siap turun tangan, menjadi jembatan bagi pihak-pihak yang berkonflik untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Situasi di sana memang sudah memanas luar biasa.

Seruan untuk menahan diri dan mengutamakan jalan diplomasi terus digaungkan. Menariknya, Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut siap memfasilitasi dialog langsung antara mereka yang bertikai.

Lewat akun X @Kemlu_RI, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri menyampaikan sikap resmi ini pada Sabtu lalu.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif,"

Kalau tawaran ini diterima, rencananya Prabowo akan terbang ke Teheran, Iran, untuk menjalankan peran sebagai mediator. Langkah yang cukup berani, bukan?

Di sisi lain, Indonesia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Gagalnya perundingan antara AS dan Iran dinilai jadi pemicu yang berujung pada eskalasi militer seperti sekarang. Pemerintah kita menekankan, menghormati kedaulatan negara lain dan menyelesaikan masalah dengan cara damai itu mutlak diperlukan.

“Peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia,” tegas pernyataan Kemlu itu. Imbauan juga disampaikan kepada Warga Negara Indonesia di wilayah tersebut untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan selalu berkoordinasi dengan perwakilan RI terdekat.

Latar belakangnya, AS dan Israel lebih dulu melancarkan serangan awal ke Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Serangan itu, yang mereka sebut sebagai 'pre-emptive strike', langsung dibalas oleh Iran. Rudal-rudal diluncurkan menuju Israel dan beberapa pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasinya benar-benar genting.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar