Di sisi lain, Amran menegaskan bahwa data ini masih bersifat dinamis. Bisa saja bertambah. Meski demikian, Kementannya tak tinggal diam. Upaya pemulihan sudah dirancang, salah satunya dengan mengoptimalkan anggaran APBN 2026 yang tersedia, sekitar Rp1,49 triliun. Dana itu akan dialokasikan untuk hal-hal mendesak seperti rehabilitasi lahan ringan-sedang, bantuan benih, hingga penyediaan alat mesin pertanian.
Tapi itu jelas belum cukup. Untuk menyelesaikan masalah yang sedemikian masif, Amran menyadari perlu suntikan dana ekstra. Di situlah usulan Rp5,1 triliun itu muncul.
"Selain dengan mengoptimalkan alokasi anggaran yang tersedia saat ini, kami memperkirakan kebutuhan anggaran untuk membantu pemulihan di tiga provinsi terdampak tersebut memerlukan anggaran tambahan Rp5,1 triliun," katanya.
Perhitungan itu fokus pada pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rincian rencana penggunaannya pun diajukan. Mulai dari rehabilitasi sawah senilai Rp3,4 triliun, pemulihan kawasan perkebunan, bantuan benih hortikultura, pakan ternak, hingga perbaikan sarana-prasarana.
Amran pun akhirnya menyampaikan harapannya.
"Untuk itu pada kesempatan ini kami mohon dukungan dari pimpinan anggota komisi IV DPR RI untuk mendukung adanya alokasi tambahan anggaran," pinta dia.
Kini, bola ada di pihak DPR. Persetujuan atau penolakan terhadap usulan ini akan sangat menentukan seberapa cepat petani dan peternak di Sumatera bisa bangkit kembali.
Artikel Terkait
Pemerintah Izinkan Impor BBM Swasta, Kuota Masih Dihitung
KPK Tinjau Risiko Dua Proyek Strategis Pemerintah
Permata Bank dan JAL Gelar Pameran Perjalanan, Tiket ke Jepang Diskon hingga Rp14 Juta
Menlu Sugiono Peringatkan Dunia Masuki Ruang Abu-Abu yang Berbahaya