JAKARTA
Suasana Lapangan Banteng, Sabtu malam kemarin, benar-benar hidup. Puncak perayaan Imlek 2026 itu tak hanya dihiasi lampu-lampu gemerlap, tapi juga sebuah kejadian spontan yang langsung menyita perhatian. Di tenda VVIP, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba-tiba berdiri. Dengan sigap, dia menyelipkan amplop merah angpao ke dalam mulut barongsai yang sedang asyik beratraksi.
Semuanya berawal dari panggung. Kris Dayanti sedang melantunkan lagu Mandarin legendaris, "Tian Mi Mi". Suaranya mengalun merdu, sementara beberapa barongsai meliuk-liuk di sampingnya. Entah apa yang ada di benaknya, di tengah lagu, Kris tiba-tiba menyebut kata "angpao" sambil menengok ke arah tempat duduk para tamu penting.
Rupanya, itu adalah isyarat yang langsung ditangkap Gibran. Yang semula duduk tenang menikmati pertunjukan, ia langsung bergerak. Aksi spontannya itu bagai memberi sinyal.
Tak butuh waktu lama, sejumlah menteri yang hadir pun ikut bergerak. Mereka seakan tak mau ketinggalan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turun tangan. Menko PMK Pratikno juga tak ketinggalan. Begitu pula Menteri Agama Nasaruddin Umar, ikut menyalami dan memberikan angpao kepada sang singa naga.
Di sisi lain, pimpinan lembaga negara lain pun tak mau diam. Ahmad Muzani selaku Ketua MPR RI dan Sultan Bachtiar Najamudin dari DPD RI juga terlihat turun, ikut serta dalam serah-serah angpao yang cair dan penuh tawa itu.
Momen itu mungkin singkat. Hanya berlangsung beberapa menit. Namun, ia berhasil menangkap semangat kebersamaan yang hangat di tengah keramaian perayaan. Sebuah interaksi sederhana, tapi terasa sangat manusiawi, jauh dari kesan kaku protokoler.
Artikel Terkait
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Mardiono, Perkara Muktamar PPP Lanjut ke Pemeriksaan Bukti