Drama Injury Time, Brentford Tumbangkan Burnley 4-3 di Liga Premier

- Minggu, 01 Maret 2026 | 01:00 WIB
Drama Injury Time, Brentford Tumbangkan Burnley 4-3 di Liga Premier

Burnley versus Brentford di pekan ke-28 Liga Premier benar-benar sajian yang tak terlupakan. Laga yang digelar di Turf Moor itu berakhir dengan drama luar biasa, dengan Brentford keluar sebagai pemenang tipis 4-3. Gol penentu Mikkel Damsgaard di menit ke-93-lah yang memecah kebuntuan dan memastikan tiga poin penuh dibawa pulang tim tamu.

Brentford langsung menunjukkan niat mereka sejak awal. Hanya butuh sembilan menit, Damsgaard sudah membobol gawang Burnley. Mereka tak berhenti di situ. Thiago menambah keunggulan di menit ke-25, dan sebelum jeda, Kevin Schade seolah mengubur harapan tuan rumah dengan gol ketiga di menit ke-34. Burnley tampak limbung.

Namun begitu, secercah harapan muncul tepat sebelum turun minum. Sebuah gol bunuh diri dari Kayode di masa injury time babak pertama berhasil memperkecil ketertinggalan. Skor 1-3 membuat suasana ruang ganti pasti jauh berbeda untuk kedua tim.

Dan ternyata, gol itu menjadi penyulut semangat comeback. Babak kedua dimulai dengan ledakan. Hanya dua menit setelah restart, Anthony berhasil mereduksinya lagi menjadi 2-3. Tekanan Burnley semakin menjadi-jadi, dan tekanan itu akhirnya terbayar.

Di menit ke-60, Flemming berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Stadion bergemuruh. Bahkan, Flemming sempat berpesta untuk kedua kalinya, namun sorak-sorai itu dipotong dingin oleh keputusan VAR yang menilai offside. Rasanya, keberuntungan belum sepenuhnya berpihak.

Ketegangan terus berlanjut hingga masa injury time. Burnley lagi-lagi merasa mencetak gol kemenangan, tapi lagi-lagi juga dibatalkan wasit. Kali ini karena insiden handball. Rasanya seperti rollercoaster emosi bagi para pendukung di tribun.

Di sisi lain, saat semua orang mengira pertandingan akan berakhir imbang, Brentford menyimpan satu kartu akhir. Di menit 90 3, Mikkel Damsgaard muncul lagi. Tendangannya yang keras dan akurat mengoyak jala gawang Burnley, sekaligus meredam seluruh harapan comeback yang telah dibangun tuan rumah. Drama benar-benar mencapai puncaknya di detik-detik terakhir.

Pertandingan ini bukan cuma soal tujuh gol. Laga diwarnai ketegangan tinggi, banyaknya kartu kuning yang dibagikan, dan emosi yang meluap-luap hingga peluit panjang akhir berbunyi. Sebuah pertarungan yang, bagi netral, sangat menghibur. Tapi bagi Burnley, kekalahan seperti ini pasti terasa sangat pahit.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar