Genangan air masih terlihat di mana-mana. Dari balkon Masjid Jami’ Baitul Rahman di Cengkareng, seorang pria memanggil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang sedang berkunjung ke lokasi pengungsian itu pada Sabtu (24/1). Suaranya lantang, menembus kesunyian yang dibawa banjir.
"Pak Pram, pompanya tambah lagi. Biar cepat surut," teriaknya.
Pramono langsung menanggapi. Dia pun berbalik, berdiskusi singkat dengan Kepala Dinas SDA DKI, Ika Agustin Ningrum. Tak butuh waktu lama, keputusan diambil.
"Kita tambah tiga pompa ya," janji Pramono kepada warga.
Spontan, tepuk tangan riuh menggema di dalam masjid yang jadi tempat berteduh itu. Wajah-wajah yang sempat muram pun mulai cerah.
Usai meninjau kondisi pengungsi, Pramono memberikan penjelasan kepada awak media. Menurutnya, permintaan warga untuk mempercepat penyurutan air sudah direspons. "Mereka minta bantuan mengurangi volume air, yang sebenarnya sudah mulai turun juga. Nah, tadi saya sudah perintahkan ke Kepala SDA untuk menambah pompa," ujarnya.
Dia melanjutkan, "Alhamdulillah sekarang sudah ada tambahan kurang lebih empat pompa. Jadi total di sini sudah tujuh unit beroperasi."
Di lapangan, kondisi genangan ternyata tidak merata. Kalau kita lihat di Jalan Darma Wanita, air masih cukup dalam kira-kira setinggi paha orang dewasa, atau sekitar 40 hingga 50 sentimeter. Tapi, coba geser ke Jalan Marga Jaya, situasinya agak berbeda. Air di sana hanya sebatas bawah lutut, mungkin sekitar 20-30 cm saja. Perbedaannya cukup mencolok.
Artikel Terkait
45 Dapur MBG di Jombang Berhenti Beroperasi karena Anggaran Habis, BGN Klaim Dana Sudah Cair
Polisi Turun Tangan, Kasus Dompet Hilang yang Viral Libatkan Penjual Siomay Lansia di Sragen Berakhir Damai
Polisi Selidiki Pembunuhan Disertai Perampokan di Cirebon, Perhiasan Emas Korban Raib
BMKG Peringatkan Kemarau Panjang di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus 2026