Genangan air masih terlihat di mana-mana. Dari balkon Masjid Jami’ Baitul Rahman di Cengkareng, seorang pria memanggil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang sedang berkunjung ke lokasi pengungsian itu pada Sabtu (24/1). Suaranya lantang, menembus kesunyian yang dibawa banjir.
"Pak Pram, pompanya tambah lagi. Biar cepat surut," teriaknya.
Pramono langsung menanggapi. Dia pun berbalik, berdiskusi singkat dengan Kepala Dinas SDA DKI, Ika Agustin Ningrum. Tak butuh waktu lama, keputusan diambil.
"Kita tambah tiga pompa ya," janji Pramono kepada warga.
Artikel Terkait
Air Seleher di Pejaten: Kisah Ani dan Malam-malam yang Tak Pernah Surut
Angkot Tua Bogor Harus Musnah, Wali Kota Tak Beri Kompromi
Angin Kencang di Sleman Tumbangkan Pohon, Kakek dan Cucu Tewas Tertimpa
Malaysia Tahan Dukungan untuk Dewan Perdamaian Gaza, Tuntut Jaminan Nyata