Tak Ada Jokowi, Deretan Alumni dari Anies hingga Ganjar Bakal Isi Ceramah Tarawih Ramadhan UGM 2025

- Kamis, 20 Februari 2025 | 07:10 WIB
Tak Ada Jokowi, Deretan Alumni dari Anies hingga Ganjar Bakal Isi Ceramah Tarawih Ramadhan UGM 2025


Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada atau Maskam UGM kembali menggelar agenda Ramadhan di Kampus UGM (RDK) 1446 Hijriah.

RDK UGM 1446 Hijriah bakal menghadirkan sejumlah tokoh nasional untuk mengisi rangkaian kajian keilmuan.

Deretan tokoh alumni UGM yang telah berkontribusi dalam memajukan kehidupan berbangsa dan beragama dijadwalkan menjadi penceramah tarawih Ramadhan 2025.

"RDK UGM akan menghadirkan serangkaian kajian keilmuan, di antaranya kajian Mimbar Subuh, Safari di Bulan Ramadhan, dan Ramadhan Public Lecture bersama para pembicara terkemuka yang ahli di bidangnya," dikutip Instagram Masjid Kampus UGM, Rabu 19 Januari 2025.

Sebut saja misalnya Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu dijadwalkan berceramah pada Senin, 3 Maret 2025.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu akan menjadi pembicara Ramadan Public Lecture dengan tema "Apakah Pembangunan Infrastruktur Pendidikan dapat Meningkatkan Kualitas Manusia Indonesia?".

Sebelumnya, pada malam kedua Ramadhan dijadwalkan mantan Menkopolhukam Mahfud MD yang akan berbicara soal "Ketimpangan Hukum dalam Perspektif Kelas".

Lalu ada alumni Filsafat UGM yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria akan membahas Perkembangan Kejahatan Digital pada Minggu 2 Maret 2025.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah periode 2013-2023 Gajar Pranowo juga masuk dalam daftar pemberi kuliah tarawih pada Rabu 5 Maret 2025 dengan tema kemandirian daerah dan pemerataan ekonomi.

Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar akan mengisi kuliah tarawih pada Kamis 6 Maret 2025 dengan tema "Meneguhkan Kembali Komitmen Negara terhadap Kebebasan Beragama".

Menghadirkan para pembicara yang pakar di bidangnya, Masjid UGM berharap Ramadhan kali ini selain meningkatkan iman juga jadi bulan menimba ilmu.

Pembicara tarawih Ramadhan UGM lainnya yang juga punya tema menarik adalah Feri Amsari, aktor film Dirty Vote yang viral saat Pilpres 2024.

Tema menarik lainnya adalah soal transportasi hijau yang akan dibicarakan oleh lulusan arsitektur UGM, mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Masih soal keberlanjutan lingkungan, Guru Besar Fakultas Geografi UGM Prof. Dr. Djati Mardiatno akan menyampaikan kuliah mengenai investasi hijau sebagai katalis restorasi ekosistem.

"Taraweh rasa kuliaaah, tapi malah jadi pengen ikutan karna materinya dan tokohnya," tanggap warganet @rhy*** di X.

Meski banyak tokoh alumni UGM yang jadi pembicara, tapi dalam daftar acara tidak ada nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Presiden Jokowi diketahui merupakan alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 yang dinyatakan lulus pada 1985.

Tak adanya Jokowi dalam daftar nama pemberi kuliah RKD UGM 1446 Hijriah jadi pertanyaan warganet.

Sebagai alumni UGM, Jokowi memang terhitung jarang menghadiri agenda di kampus almamaternya sebagaimana banyak rekan sejawatnya.

Sebagai lulusan UGM, Jokowi memang relatif jarang menghadiri acara di kampus almamaternya dibandingkan dengan tokoh-tokoh alumni yang lain.

"Jokowi padahal longgar. Mbok ya dijadikan salah satu pemateri," cuit @zaky*** di kolom komentar akun X UGM menfess.

"Alumni terbaik yang mencapai prestasi tertinggi yaitu menjadi presiden kok ga ada?," komentar @aka***.

"Nyari2 lulusan UGM yg fak. Kehutanan yg satu itu kok nggak nemu," kata @iyh***.

"Ini yakin alumni fakultas kehutanan yang jadi presiden 2 periode ga dijadiin pembicara?," kata yang lain @gak.***

Sumber: hops
Foto: Para tokoh nasional yang jadi pengisi kuliah tarawih RDK UGM 1446 Hijriah. (Sumber Gambar: Instagram@masjidkampusugm)

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Bodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Tayang: Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB Tribun XBaca tanpa iklan Editor: Desy Selviany zoom-inBodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Kompas.com/ Acep Nazmudin A-A+ KADES KOHOD ARSIN -- Kepala Desa Kohod, Arsin saat meninjau area laut yang memiliki SHGB dan SHM, di Desa Kohod, kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025) (foto kiri) dan (kanan) suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/1/2025). 400 warga Desa Kohod memburu Arsin yang kini tidak diketahui keberadaannya usai rumahnya digeledah Bareskrim. (Acep Nazmudin/ Kompas.com ) WARTAKOTALIVE.COM - Saking percaya diri dengan majikannya Kepala Desa Kohod, Arsin, seorang bodyguard atau Paspamdes disebut hingga sesumbar rela potong leher. Sesumbar seorang bodyguard Kepala Desa Kohod Arsin itu diceritakan oleh Henri Kusuma, penasihat hukum warga korban pagar laut seperti dimuat Tribunnews.com melalui BangkaPos Jumat (13/2/2025). Henri Kusuma mengungkapkan peringai Arsin bak Raja apabila berhadapan dengan rakyat jelata di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejak menjabat pada 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya. Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Di mata warga Kohod, Arsin seperti monster. Apapun yang dia bilang harus diikuti warga. Arogan, kata Henri Kusuma. Saking arogannya, Arsin sangat percaya diri tidak akan bisa ditangkap oleh siapapun dalam kasus pagar laut ini. BERITA TERKAIT Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara - TribunnewsTribunnews.com Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi - TribunnewsTribunnews.com Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka - TribunnewsTribunnews.com Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi - TribunnewsTribunnews.com Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement - TribunnewsTribunnews.com Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok - TribunnewsTribunnews.com Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda - TribunnewsTribunnews.com Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat - TribunnewsTribunnews.com Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat Hal itu juga dikatakan oleh Arsin dan para antek-anteknya saat menemui Henri dan tim beberapa waktu yang lalu. Bahkan dia menantang Presiden untuk menangkapnya usai polemik pagar laut mencuat ke publik. Baca juga: Pengacara Kades Kohod Tegas Membantah Arsin Palsukan Surat Izin Pagar Laut Tangerang “Dia bilang sambil tangan sambil menepuk dada kiri, ‘Enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun presiden.’ Itu yang dia katakan,” ujar Henri menirukan ucapan Arsin. Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap penuh percaya diri. Bahkan seorang Bodyguard Arsin menantang potong leher apabila majikannya tertangkap. Bodyguard-nya bilang begitu juga, Iris kuping gue kalau Arsin (bisa) ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati. Itu kata paspamdesnya tuh, kata Henri sembari menirukan ucapan anak buah Arsin. Sebelum masalah pagar laut ini muncul, Henri mengatakan dua orang suruhan Arsin sempat mendatanginya dan meminta agar masalah ini tidak dibawa lebih jauh, bahkan menawarkan ganti rugi tanah warga yang terdampak. Namun, setelah laporan banyak yang masuk, Arsin dan sekretaris desanya, Ujang Karta, justru menghindar dan menolak bertemu. Ketika saya ajak ketemu, mereka tidak mau. Kami sudah lapor ke banyak tempat. Saya bilang, sudah terlambat, sebentar lagi Arsin akan jadi tersangka, tegas Henri. Hingga berita diturunkan, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi Arsin dan masih berusaha meminta tanggapan dari Arsin perihal pengakuan dari Henri Kusuma ini

Terkini