Suasana di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam kemarin, terasa hangat dan penuh keakraban. Presiden Prabowo Subianto memang sengaja mengundang ratusan ulama dan tokoh ormas Islam untuk bersilaturahmi. Agenda utamanya jelas: membuka dialog langsung soal langkah-langkah strategis pemerintah, terutama menyangkut dinamika panas di Timur Tengah dan peran diplomasi Indonesia di dalamnya.
Dari pertemuan itu, terungkap alasan di balik keputusan Indonesia untuk terlibat dalam forum Board of Peace (BoP). Muhadjir Effendy dari PP Muhammadiyah yang hadir menjelaskan, Presiden Prabowo sendiri yang memaparkan proses panjang di balik langkah tersebut.
“Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta, tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung,” kata Muhadjir.
Intinya, menurut Muhadjir, Presiden memilih strategi "struggle from within". Daripada hanya berteriak dari luar, Indonesia kini memilih masuk dan berjuang dari dalam forum. Tentu saja, dengan catatan penting: semua langkah harus tetap berada dalam koridor konstitusi dan komitmen pada solusi dua negara.
“Dan InsyaAllah apa yang akan beliau lakukan nanti adalah tetap berada di dalam koridor konstitusi kita, terutama di dalam pembukaan undang-undang dasar kita, dan kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal, yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel,” tuturnya.
Dukungan untuk kemerdekaan Palestina, tegas dia, tetap jadi pegangan utama. Bahkan ia merujuk pada perjanjian 20 poin BoP yang secara tegas mencantumkan tujuan itu. Poin inilah yang kemudian meyakinkan para ulama dan tokoh yang hadir.
“Saya kira itu yang jadi pegangan kita, dengan demikian maka tadi para ulama, para tokoh-tokoh agama, semuanya sepakat dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden,” ucap Muhadjir.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Resmikan Layanan Pemakaman Gratis di 82 TPU
Danantara Mulai Kajian Ulang Menyeluruh atas Tata Kelola dan Aset BUMN
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS di Langit Basra
Wamendagri Soroti Pengakuan Bupati Nonaktif Pekalongan Tak Paham Birokrasi