Di tengah keramaian Forum Ekonomi Dunia di Davos, Donald Trump membuat klaim mengejutkan. Mantan presiden Amerika Serikat itu menyatakan Vladimir Putin telah setuju bergabung dengan Dewan Perdamaian, sebuah inisiatif yang digagasnya sendiri. Padahal, dari Moskow, nada yang terdengar sangat berbeda.
"Dia diundang, dia telah menerimanya," ujar Trump kepada para wartawan, dengan nada penuh keyakinan.
Ia menambahkan, banyak pemimpin dunia lain yang juga sudah menerima undangannya. Meski begitu, siapa saja nama-nama itu, Trump tak merincinya. Klaim ini langsung menimbulkan tanda tanya, mengingat sifat proposalnya yang memang kontroversial.
Ketika ditanya soal kritik karena menjangkau tokoh-tokoh dari rezim non-demokratis, Trump tampak tak terlalu ambil pusing. Beberapa di antaranya memang "kontroversial", akunya. Tapi ia berargumen, "kalau saya cuma menempatkan semua 'bayi' dalam dewan itu, ya hasilnya tidak akan banyak."
Namun begitu, realitas di lapangan ternyata tak semulus klaim Trump. Hanya sehari sebelumnya, di Moskow yang dingin, Vladimir Putin menyampaikan sikap yang jauh lebih berhati-hati.
Dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi pemerintah, Putin mengaku sudah memerintahkan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk mengkaji proposal Trump itu secara mendalam.
"Kementerian Luar Negeri kami telah ditugaskan untuk mempelajari dokumen-dokumen yang dikirimkan dan berkonsultasi dengan mitra-mitra strategis kita," jelasnya.
"Baru setelah itu kita bisa memberikan tanggapan atas undangan ini," tegas Putin, menutup ruang untuk keputusan terburu-buru.
Yang menarik, Putin punya cara sendiri membayar biaya keanggotaan sebesar US$ 1 miliar yang diminta. Menurutnya, Rusia bisa saja menggunakan aset-asetnya yang masih dibekukan di Barat sejak era pemerintahan AS sebelumnya. Sebuah pernyataan yang sarat muatan politik, tentunya.
Artikel Terkait
Pemutihan Pajak Kendaraan NTB 2026 Berlaku 15 Juni, Hapus Denda 100 Persen dan Diskon Mutasi 50 Persen
Kejagung Kembangkan Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis, Tersangka Bertambah Jadi Lima Orang
Korea Utara Nyatakan Status Nuklirnya ‘Tidak Dapat Diubah’, Tolak Seruan Denuklirisasi AS dan Sekutu
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp74.550 per Kilogram, Tertinggi di Antara Bahan Pokok