Minggu pagi di Stasiun Surabaya Gubeng terasa berbeda. Kerumunan penumpang sudah mulai terlihat, tanda arus mudik Lebaran 2026 perlahan mengalir. Di tengah keriuhan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung meninjau kesiapan pelayanan. Pesannya jelas: seluruh jajaran harus memberikan yang terbaik bagi para pemudik.
Berdasarkan pemantauan di posko terpadu stasiun, Sigit menyebut ada peningkatan penumpang yang cukup signifikan. Angkanya mencapai sekitar 11 persen dibanding hari-hari biasa. Lonjakan ini tak lepas dari kebijakan diskon tiket kereta api pemerintah yang memang sedang digencarkan.
“Tadi kita lihat ada yang juga datang dari luar kota,” ujar Sigit, mendeskripsikan keragaman pemudik yang melintas.
“Ada yang dari NTT, Kalimantan, kemudian memanfaatkan Stasiun Gubeng untuk sampai di wilayah-wilayah lokal dan juga melayani perjalanan jauh baik ke Jawa Tengah, Jawa Barat sampai dengan DKI Jakarta.”
Stasiun ini, menurutnya, punya peran ganda. Selain sebagai titik keberangkatan, ia juga jadi sentral bagi mereka yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal. Makanya, kewaspadaan harus ditingkatkan.
Namun begitu, Sigit mengingatkan agar semua pihak tidak boleh cepat puas. Prediksi Kementerian Perhubungan bisa saja meleset, dan angka pemudik di lapangan mungkin jauh lebih tinggi. “Kita tetap harus mempersiapkan diri, tidak boleh underestimate,” tegasnya. Kesiapan mitigasi untuk menghadapi lonjakan dadakan di stasiun, terminal, maupun pelabuhan mutlak diperlukan.
Artikel Terkait
Menhub: Arus Mudik Lebaran 2026 Masih Sesuai Prediksi Berkat WFA dan Single Tarif
TASPEN Tegaskan Larangan Pemberian Bingkisan Lebaran, Dukung Zero Gratification
One Battle After Another Dominasi Oscars 2026 dengan Raihan Enam Piala
Lebih dari 8 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan 2025