Wamendagri Soroti Pengakuan Bupati Nonaktif Pekalongan Tak Paham Birokrasi

- Jumat, 06 Maret 2026 | 06:35 WIB
Wamendagri Soroti Pengakuan Bupati Nonaktif Pekalongan Tak Paham Birokrasi

Yang menarik, saat diperiksa penyidik, Fadia mengaku lebih banyak mengurusi fungsi seremonial. Urusan teknis birokrasi, katanya, diserahkan pada Sekda.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers Rabu (4/3/2026).

“FAR mengaku dulunya sebagai pedangdut, sehingga tidak banyak tahu soal birokrasi,” kata Asep.

Namun begitu, pengakuan tersebut rupanya dianggap tak sejalan dengan rekam jejak Fadia sendiri. Asep menambahkan, track record-nya menunjukkan dia terpilih dua kali sebagai bupati dan sekali sebagai wakil bupati.

“Sehingga sudah semestinya FAR memahami pelaksanaan prinsip-prinsip good government pada pemerintah daerah,” ujarnya.

Jadi, di satu sisi ada tuntutan untuk belajar cepat dan memegang kendali. Di sisi lain, ada pengakuan yang justru mengesampingkan urusan birokrasi. Kasus ini, di luar soal hukum, menyisakan pertanyaan besar tentang kesiapan dan tanggung jawab kepemimpinan di daerah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar