Namun begitu, ada kabar yang sedikit meredakan. Serangan kali ini disebut-sebut tidak menimbulkan kerusakan berarti pada fasilitas vital tersebut.
Pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Arab Saudi yang beredar di media sosial X menyebutkan, "Berdasarkan pemeriksaan sementara, serangan terhadap kilang dilakukan menggunakan UAV (pesawat tanpa awak) dan tidak menyebabkan kerusakan."
Ini bukan insiden biasa. Ras Tanura bukan sembarang kilang. Ia adalah salah satu pusat pemrosesan minyak terbesar di dunia, jantungnya industri energi Saudi. Serangan beruntun ini jelas mengirim pesan yang kuat, di tengah lanskap geopolitik kawasan yang sudah panas.
Artikel Terkait
Dinkes Tangsel Perketat Pengawasan Takjil Jelang Buka Puasa
Menteri Sebut Konten Kesehatan Palsu Paling Banyak Beredar di Meta
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Ulama di Tengah Sorotan Desakan MUI Soal Board of Peace
Pemerintah Lampaui Target Revitalisasi 16.167 Sekolah, Usul Tambah Dana Rp89,49 Triliun