Rabu kemarin, suasana di beberapa titik keramaian Tangsel agak berbeda. Bukan cuma hiruk-pikuk persiapan buka puasa, tapi juga ada sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan setempat yang sibuk memeriksa takjil. Ya, Dinkes Tangsel lagi gencar melakukan pengawasan ketat terhadap makanan buka puasa yang dijajakan itu. Tujuannya jelas: memastikan semuanya aman untuk disantap masyarakat.
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan langkah ini. “Untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan sehat, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bersama UPTD Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan di berbagai titik strategis wilayah Tangerang Selatan,” ujarnya.
Intinya, pemerintah kota nggak mau ambil risiko. Mereka ingin menjamin kualitas pangan sekaligus mencegah hal-hal yang nggak diinginkan, seperti keracunan makanan. Makanya, petugas puskesmas turun langsung ke lapangan.
“Langkah ini dilakukan guna menjamin kualitas pangan olahan siap saji serta mencegah risiko keracunan pangan,” imbuh Allin.
“Petugas melaksanakan uji petik sampel takjil yang berpotensi tercemar, memastikan tidak adanya penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang.”
Jadi, sampel-sampel makanan itu benar-benar dites. Tapi, pengawasannya nggak cuma berhenti di situ. Menurut Allin, ada juga upaya memberi pemahaman kepada para pedagang.
“Kami edukasi pedagang untuk menjaga pangan selalu higienis dan tertutup, tempat berjualan bersih, tertata, dan jauh dari sumber limbah. Serta menggunakan wadah yang aman (food grade) bagi konsumen,” pungkasnya.
Nah, sosialisasi itu mencakup hal-hal praktis. Mulai dari cara menyimpan makanan agar tetap higienis, kebersihan tempat jualan, sampai pentingnya menggunakan wadah yang aman untuk konsumen. Dengan semua upaya ini, harapannya sih Ramadhan tahun ini bisa berjalan dengan lancar, sehat, dan tentu saja, bebas dari masalah keracunan. Semoga saja.
Artikel Terkait
Pria Diduga Mabuk Narkoba Tewaskan Ibu Tiri di Tangerang
KPK Ungkap Pola Klasik Korupsi: Uang Haram Kerap Dialirkan ke Selingkuhan
Warga dan TNI Mulai Bangun Jembatan Gantung di Klaten Atas Bantuan Presiden
BMKG Perpanjang Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter hingga 22 April