BMKG Perpanjang Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter hingga 22 April

- Senin, 20 April 2026 | 06:20 WIB
BMKG Perpanjang Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter hingga 22 April

Jakarta - Waspada, gelombang tinggi masih mengintai. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru saja memperpanjang peringatan dini untuk sejumlah perairan Indonesia. Peringatan ini berlaku hingga tanggal 22 April 2026 mendatang, dengan ketinggian gelombang yang berpotensi mencapai empat meter.

Menurut analisis BMKG, pola angin turut memengaruhi kondisi ini. Di wilayah utara Indonesia, angin bergerak dari arah Barat Laut hingga Timur Laut. Sementara itu, di bagian selatan, angin lebih banyak bertiup dari Timur Laut ke Tenggara. Kecepatannya bervariasi, mulai dari 6 hingga 25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka, Samudra Hindia Barat Aceh, dan Laut Arafuru,”

Demikian pernyataan resmi BMKG yang dirilis Senin (20/4/2026).

Kondisi angin seperti ini, tentu saja, berdampak langsung pada lautan. Akibatnya, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di banyak lokasi. Wilayah yang perlu bersiap antara lain Selat Malaka bagian utara, hampir sepanjang perairan barat Sumatera di Samudra Hindia, serta perairan selatan Jawa, Bali, hingga NTT. Tak hanya itu, sejumlah perairan di timur Indonesia seperti Laut Sulawesi, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, dan Laut Arafuru juga masuk dalam daftar waspada.

Namun begitu, ancaman yang lebih serius datang dari gelombang dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter. BMKG memprediksi gelombang setinggi itu berpeluang menghantam perairan Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, dan NTB. Ini bukan kondisi yang bisa dianggap sepele.

“Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB,”

tegas BMKG.

Dengan kondisi laut seperti ini, risiko terhadap keselamatan pelayaran jelas meningkat. BMKG pun tak henti-hentinya mengingatkan. Imbauan khusus ditujukan kepada para nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil. Mereka diharap ekstra hati-hati, atau bahkan menunda melaut jika kondisi dirasa membahayakan.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,”

pungkas BMKG. Intinya, keselamatan harus jadi yang utama. Pantau terus perkembangan informasi dari pihak berwenang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar