ETLE Jatim Gila-gilaan! Pelanggaran Melonjak 307%, Kok Bisa?

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 17:45 WIB
ETLE Jatim Gila-gilaan! Pelanggaran Melonjak 307%, Kok Bisa?

Revitalisasi ETLE di Jatim Sukses, Penindakan Tilang Elektronik Naik 307%

Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengumumkan keberhasilan transformasi digital penegakan hukum melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jawa Timur. Sistem tilang elektronik ini mencatatkan peningkatan penindakan yang sangat signifikan.

Perkembangan ETLE di Jawa Timur Dinilai Sangat Baik

Agus Suryonugroho menyatakan bahwa perkembangan teknologi dan implementasi ETLE di wilayah hukum Polda Jawa Timur telah berjalan dengan sangat baik. Keberhasilan sistem e-Tilang ini menjadi fondasi untuk penerapan e-Tilang secara nasional.

"Kami tidak akan bangga melakukan penegakan hukum, tetapi kami mengharapkan seluruh pengguna jalan agar patuh dan disiplin dengan dirinya sendiri," tegas Agus dalam pernyataannya, Selasa (21/10/2025).

Data Peningkatan Penindakan ETLE di Jatim

Terjadi lonjakan yang cukup pesat dalam efektivitas penegakan hukum melalui kamera ETLE. Data yang dirilis menunjukkan angka-angka berikut:

  • Penindakan tilang elektronik naik 307 persen.
  • Validasi pelanggaran naik 228 persen.
  • Konfirmasi pembayaran denda naik 198 persen.

Peningkatan ini mencakup seluruh proses, mulai dari pelanggar yang terekam kamera, tervalidasi, hingga yang akhirnya melakukan pembayaran denda.

Rencana Pengembangan Kamera ETLE Hingga 1.000 Unit

Saati ini, jumlah kamera ETLE yang aktif di wilayah Polda Jatim adalah 216 unit. Korlantas Polri berencana untuk menambah jumlah kamera ETLE secara masif pada tahun depan.

"Jumlah kamera akan ditingkatkan menjadi minimal 1.000 unit pada tahun 2026. Harapan kami, dengan e-Tilang dan transformasi digital ini, angka kecelakaan dapat berkurang," ungkap Irjen Agus.

Imbauan untuk Keselamatan Berkendara

Di akhir pernyataannya, Agus menekankan bahwa tujuan utama dari penegakan hukum ini adalah kedisiplinan dan keselamatan, bukan sekadar menilang.

"Kami berharap masyarakat bisa disiplin tanpa harus ditilang. Kami ingin tetap dekat dengan masyarakat, mengimbau agar selalu hati-hati di jalan, tertib, dan mengutamakan keselamatan," tutupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar