Dia mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak berwenang di Riau begitu mendapat kabar. Kerja sama yang erat antara kepolisian, Polisi Kehutanan, dan Balai KSDA dinilainya kunci keberhasilan pengungkapan ini. Raja Juli juga mengingatkan ancaman hukuman yang berat bagi pelaku.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melihat peristiwa ini sebagai alarm yang serius. Baginya, gajah Sumatera lebih dari sekadar satwa; mereka adalah penjaga ekosistem.
Penyidikan mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Ternyata, sejak 2024 hingga 2026, ada sembilan lokasi kejadian perburuan serupa di wilayah Ukui dan sekitarnya. Pola yang sistematis ini memaksa pihaknya memperketat patroli, terutama patroli sapu jerat, di kawasan-kawasan rawan.
Herry memberikan apresiasi khusus pada tim gabungan yang terlibat. Mulai dari Ditreskrimsus yang membongkar jaringan, Ditreskrimum yang melacak pergerakan pelaku, Bidlabfor yang menyediakan pembuktian ilmiah, hingga Satreskrim Polres Pelalawan yang bekerja di lapangan sejak awal.
Narasi dari lapangan menunjukkan satu hal jelas: perburuan liar kini beroperasi layaknya sindikat. Dan upaya penegakan hukum pun harus bergerak dengan kecermatan dan ketegasan yang setara.
Artikel Terkait
Kilang Aramco di Ras Tanura Kembali Diserang Drone, Tidak Ada Kerusakan
Media Oposisi Klaim Putra Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
BRILink Agen di Grobogan Ubah Kios Pupuk Jadi Pusat Layanan Keuangan Desa
Bupati Pekalongan Bantah Terlibat OTT KPK Meski Kenakan Rompi Oranye