Dari Teheran datang kabar yang mengguncang. Mojtaba Hosseini Khamenei, putra sulung Ayatollah Ali Khamenei, disebut-sebut telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Dia mengambil alih posisi sang ayah yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel akhir Februari lalu.
Laporan ini pertama kali beredar dari media oposisi Iran International. Mereka mengklaim punya sumber di dalam pejabat yang menyebut Majelis Pakar badan khusus yang tugasnya memilih pemimpin telah memutuskan nama Mojtaba. Namun begitu, sampai detik ini pemerintah Iran sendiri masih tutup mulut, belum mengeluarkan konfirmasi resmi sedikitpun.
Proses pemilihannya sendiri dikabarkan tidak mulus. Ada desas-desus kuat tentang intervensi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Hal ini mungkin tidak terlalu mengejutkan, mengingat Mojtaba dikenal sebagai figur konservatif yang dekat dengan kalangan militer. Bahkan, beberapa pengamat menyebut garis politiknya bisa lebih keras dibanding ayahnya.
Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, meninggal dunia pada 28 Februari di kediamannya. Serangan itu bukan hanya merenggut nyawanya, tapi juga menimbulkan duka yang lebih dalam.
Putri, menantu, dan cucunya ikut menjadi korban dalam insiden tragis tersebut.
Istrinya, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, bertahan beberapa hari sebelum akhirnya menyerah akibat luka-luka yang dideritanya. Serangan itu benar-benar menghantam jantung keluarga Khamenei.
Kini, semua mata tertuju pada Mojtaba. Jika laporan ini benar, dia akan memegang kendali negara dengan warisan konflik yang belum usai dan tekanan dari dalam yang tidak ringan. Kita tunggu saja pengumuman resminya.
Artikel Terkait
Riset: Kenaikan Cukai Rokok Selama 10 Tahun Belum Kurangi Keterjangkauan
JK Buka Peluang Jalur Hukum Atas Tudingan Penistaan Agama
Personel UNIFIL Tewas dalam Serangan di Lebanon Selatan, Prancis Tuntut Pertanggungjawaban
Bappenas Soroti Ketergantungan Daerah pada Dana Pusat Capai 83 Persen