Dari Teheran datang kabar yang mengguncang. Mojtaba Hosseini Khamenei, putra sulung Ayatollah Ali Khamenei, disebut-sebut telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Dia mengambil alih posisi sang ayah yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel akhir Februari lalu.
Laporan ini pertama kali beredar dari media oposisi Iran International. Mereka mengklaim punya sumber di dalam pejabat yang menyebut Majelis Pakar badan khusus yang tugasnya memilih pemimpin telah memutuskan nama Mojtaba. Namun begitu, sampai detik ini pemerintah Iran sendiri masih tutup mulut, belum mengeluarkan konfirmasi resmi sedikitpun.
Proses pemilihannya sendiri dikabarkan tidak mulus. Ada desas-desus kuat tentang intervensi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Hal ini mungkin tidak terlalu mengejutkan, mengingat Mojtaba dikenal sebagai figur konservatif yang dekat dengan kalangan militer. Bahkan, beberapa pengamat menyebut garis politiknya bisa lebih keras dibanding ayahnya.
Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, meninggal dunia pada 28 Februari di kediamannya. Serangan itu bukan hanya merenggut nyawanya, tapi juga menimbulkan duka yang lebih dalam.
Artikel Terkait
Hakim Federal Batalkan Panggilan Paksa untuk The Fed, Sebut Tuduhan ke Jerome Powell Tak Berdasar
Arus Mudik di Gerem Cilegon Masih Sepi Jelang Puncak Lebaran 2026
AS Kerahkan 2.500 Marinir dari Jepang ke Timur Tengah, Kurangi Posisi di Indo-Pasifik
Lebaran 2026: Baru 23% Kendaraan Keluar Jakarta, Gelombang Utama Mudik Masih Menanti