Proses evakuasi tiga jenazah korban banjir di Aceh Tenggara berlangsung penuh drama. Mayat-mayat itu ditemukan mengapung di aliran Sungai Lae Soraya, wilayah Subulussalam. Yang bikin hati miris, tim gabungan nyaris tak bisa bergerak karena perahu mereka kehabisan bahan bakar di tengah situasi darurat.
BBM saat itu sulit didapat. Lalu, seorang anggota Polsek Sultan Daulat punya ide. Tanpa pikir panjang, dia mendekati sepeda motornya, membuka tangki, dan memasukkan selang. Dengan menyedot langsung dari kendaraan dinasnya, dia memindahkan bensin ke dalam botol untuk diisi ke perahu mesin. Upaya nekat itu akhirnya berhasil.
Kapolres Subulussalam, AKBP Muhammad Yusuf, membenarkan aksi tersebut.
"Personel Polsek Sultan Daulat menggunakan BBM dari kendaraan dinasnya untuk perahu mesin dalam proses evakuasi 3 jenazah korban bencana alam banjir," jelasnya.
Menurut sejumlah saksi, ketiga jenazah ini ditemukan di lokasi dan waktu yang berbeda. Yang pertama terlihat sekitar pukul setengah delapan pagi, Senin lalu, di daerah Desa Sigrun. Seorang warga yang sedang memancinglah yang melihatnya mengambang di sungai.
Begitu dapat kabar, tim langsung bergerak. Namun begitu, jenazah kedua baru ditemukan keesokan harinya, Selasa sekitar pukul 11 siang, di Pulo Kambing, Desa Pasir Belo. Kali ini, seorang petani sawit yang melihatnya dari kebun.
Akses darat ke lokasi benar-benar terputus. Mereka terpaksa mendatangkan perahu robin dari Desa Sigrun untuk menjangkau dan mengangkat mayat itu. Sungai yang keruh dan deras menambah beratnya pekerjaan tim di lapangan.
Dengan segala keterbatasan, upaya evakuasi akhirnya bisa diselesaikan. Sebuah cerita tentang keprihatinan sekaligus ketangguhan di tengah bencana.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi