Di tengah Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyoroti satu hal: dampak nyata dari kebijakan efisiensi anggaran yang digulirkannya. Menurutnya, hasilnya kini bisa dirasakan, salah satunya dalam penanganan bencana di Sumatera. "Dengan efisiensi kita punya kemampuan, kita punya kekuatan sekarang," ujar Prabowo.
Namun begitu, jalan menuju titik ini ternyata tak mulus. Prabowo mengakui, kebijakan penghematan itu sempat menuai gelombang penolakan di awal-awal. Bahkan, ia sampai merasa heran.
"Yang saya diserang, saya dimaki-maki bahwa efisiensi ini salah. Baru ada di dunia ini ada demonstrasi menentang efisiensi," tuturnya.
Padahal, logikanya sederhana. Tanpa efisiensi, potensi kebocoran anggaran justru menganga lebar. Dan kini, hasil dari ketegasan itu mulai terlihat.
"Justru karena kita laksanakan efisiensi, kita kurangi semua kemungkinan korupsi, kebocoran, kita punya uang sekarang di akhir minggu-minggu terakhir bulan tahun ini, kita punya uang," tambahnya dengan penekanan.
Uang yang dimaksud itu, lanjut Prabowo, bukanlah angka kosong. Anggaran APBN sudah disiapkan dengan matang karena dananya memang tersedia. Nah, dengan sumber daya yang ada sekarang, ia menegaskan bahwa seluruh pihak wajib bekerja keras. Tidak ada alasan untuk lengah.
"Jadi, sekarang ini saatnya terus kita bekerja sangat keras. Anggaran APBN sudah kita siapkan dan saya katakan bahwa anggaran ini kita siapkan karena memang uangnya ada," jelas Presiden.
Pesan itu jelas: efisiensi bukan sekadar penghematan, tapi upaya menciptakan ruang gerak untuk hal-hal yang mendesak. Seperti bencana yang melanda Sumatera itu.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1
Sirine Banjir Berbunyi di Bekasi, TMA Kali Bekasi Capai Status Siaga 2
40 Ormas Islam Laporkan Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda ke Bareskrim atas Dugaan Ujaran Kebencian Terkait Video Jusuf Kalla
Jembatan dan Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Bandung Barat Ambles Akibat Hujan Deras