Kamar tidur yang harum itu bukan cuma soal kesan. Ia langsung menyentuh perasaan. Bayangkan, pulang lelah seharian, lalu memasuki ruangan dengan aroma yang menenangkan. Suasana hati pun bisa langsung berubah. Nah, masalahnya, menjaga kamar agar tetap wangi dan bebas bau apek butuh trik tersendiri.
Menurut Ridhima Kansal, Direktur Rosemoore, rahasianya tidak selalu terletak pada lilin aromaterapi atau semprotan pengharum ruangan yang mahal. Semuanya bisa dimulai dari hal yang sangat mendasar: membuka jendela.
"Cobalah buka jendela selama 20-30 menit setiap hari. Udara lama dan kelembapan yang sering jadi biang bau akan keluar. Sinar matahari itu penting banget untuk mengusir bau lembap," ujar Ridhima.
Memang, sinar matahari dan sirkulasi udara yang lancar adalah fondasinya. Deu dan kelembapan yang tertimbun, kalau dibiarkan, pasti akan menimbulkan aroma tidak sedap. Di sisi lain, perhatian kita juga harus sampai ke benda-benda yang sering bersentuhan langsung, seperti seprai dan sarung bantal.
Benda-benda itu tanpa terasa menampung kotoran, minyak, keringat, dan sel kulit mati. Ridhima menyarankan pencucian secara rutin. Untuk menambah sentuhan wangi, coba teteskan minyak esensial pada bilasan terakhir atau gunakan semprotan khusus linen.
"Kalau ingin suasana santai, coba lavender. Untuk nuansa romantis, minyak dengan wewangian mawar bisa jadi pilihan," sebutnya mengenai beberapa jenis minyak esensial.
Ngomong-ngomong soal wewangian, Ridhima mengingatkan untuk berpikir ulang sebelum membeli pengharum ruangan semprot yang murahan. Lebih baik beralih ke minyak esensial atau diffuser batang yang lebih alami dan terkontrol. Pilihannya bisa disesuaikan dengan mood yang ingin dibangun.
Mawar, misalnya. Aromanya lembut dan menenangkan, cocok untuk suasana romantis. Lalu ada Oud, dengan karakter kayu yang hangat dan terkesan mewah. Untuk teman tidur, lavender adalah jawabannya – aromanya herbal, segar, dan dikenal bisa meningkatkan kualitas istirahat.
Jangan lupa vanila. Wanginya yang memikat, hangat, dan lembut bisa menciptakan nuansa nyaman. Ridhima juga merekomendasikan kayu cendana. Aromanya yang earthy dan menenangkan mampu menciptakan atmosfer hening, cocok untuk meditasi atau sekadar mencari ketenangan.
Lalu, bagaimana dengan bau-bau membandel yang bersembunyi di sudut tersembunyi? Misalnya, di kolong tempat tidur, di balik tirai yang berdebu, atau di keranjang baju kotor.
"Anda bisa menaburkan soda kue yang sudah dikeringkan di kasur atau karpet, lalu menyedotnya dengan vacuum cleaner. Itu bisa menetralisir bau," katanya memberi solusi praktis.
Cara-cara simpel lain juga bisa dicoba. Misalnya, meletakkan kantung kecil berisi kelopak mawar kering atau potongan kayu cedar. Semangkuk potpourri atau kapas yang ditetesi minyak esensial favorit di sudut ruangan juga efektif menyegarkan udara secara alami. Intinya, kamar yang wangi itu dimulai dari kebersihan, lalu diperkaya dengan aroma pilihan yang bikin betah.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi