Setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Rabu lalu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan laporan menarik. Ia memberitahukan bahwa perkiraan malam takbiran Idul Fitri tahun ini, 19 Maret, bakal berbarengan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
“Saya juga melaporkan persiapan Lebaran yang akan datang karena beberapa tempat ya, tanggal 19 itu kan hari Nyepi,” ujar Nasaruddin.
Ia mengakui ada tantangan tersendiri. Nyepi, seperti diketahui, punya aturan ketat: sunyi, tanpa suara bising, dan kendaraan tak boleh melintas. Sementara itu, di malam yang sama, umat Islam merayakannya dengan takbiran. Situasi ini butuh penanganan khusus, terutama di Bali.
Namun begitu, Nasaruddin terlihat optimis. Menurutnya, persiapan teknis sudah dijalankan. Kuncinya ada pada koordinasi yang intens.
“Alhamdulillah kami melapor kepada Bapak Presiden sudah ada kesepakatan dengan pemerintah setempat dan tokoh-tokoh di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi,” jelasnya.
Artikel Terkait
Mensos Kritik Ego Sektoral Data, Soroti Pentingnya Data Tunggal untuk Bansos
BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Rp 442 Juta untuk Ojol Korban Kecelakaan Kerja
Serangan Iran ke Teluk Picut Kecaman dan Perkuat Dukungan untuk AS-Israel
Gubernur Jateng Bantah Pernyataan Fadia, Klaim Tak Ada Bersamaan Saat OTT KPK