Lewat sebuah unggahan di platform X, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, baru saja mengumumkan kabar penting. Selat Hormuz, jalur air yang super sibuk itu, dibuka sepenuhnya untuk semua kapal komersial. Namun begitu, ada catatan besar: keputusan ini cuma berlaku selama gencatan senjata 10 hari di Lebanon masih berlangsung.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” tulis Araqchi dalam postingannya, seperti dilaporkan Aljazeera dan Reuters pada Jumat (17/4/2026).
Artinya, lorong vital yang biasa dilalui sekitar 20 persen minyak dunia ini akan kembali ramai setidaknya untuk sementara waktu. Gencatan senjata di Lebanon sendiri, yang jadi syarat utama pembukaan ini, sebelumnya ditetapkan berlangsung selama satu dekade hari.
Langkah ini jelas menarik perhatian banyak pihak. Di satu sisi, ini bisa memberi napas lega bagi lalu lintas perdagangan global. Di sisi lain, masa berlakunya yang singkat dan terikat dengan situasi di Lebanon membuatnya terasa seperti sebuah jeda yang rapuh. Semuanya tergantung pada apakah perdamaian di sana bisa bertahan.
Artikel Terkait
Wartawan Senior Indonesia Resmi Bentuk Wadah Khusus untuk Usia 60 Tahun ke Atas
Delegasi Singapura Kagumi Pendekatan Budaya dalam Pembinaan Narapidana di Bali
Guru Ngaji di Puncak Dilaporkan ke Polisi Diduga Lecehkan Murid
Kejari Palembang Terapkan Plea Bargaining, Terdakwa Penggelapan Divonis Kerja Sosial