Pasar saham kita lagi terpuruk, nih. Dalam sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hampir 7 persen. Angkanya? Ditutup di 8.329,606 untuk periode 23-30 Januari 2026. Padahal pekan sebelumnya masih bertengger di atas 8.951. Tekanan jual, terutama dari investor luar negeri, masih jadi momok yang mendominasi suasana perdagangan.
Gak heran, arus dana asing pun terus mengalir keluar. Cuma hari ini saja, catatan jual bersih mereka mencapai Rp 1,53 triliun. Kalau dilihat dari awal tahun 2026, situasinya makin suram. Net sell asing sudah menumpuk jadi Rp 9,88 triliun. Tekanan yang cukup berat, bukan?
Dampaknya langsung terasa di kapitalisasi pasar BEI. Nilainya menyusut 7,37% dalam seminggu, dari Rp 16.244 triliun jadi cuma Rp 15.046 triliun. Tapi anehnya, di balik pelemahan ini, aktivitas perdagangan malah menunjukkan geliat yang berbeda. Nilai transaksi harian rata-rata justru melonjak tajam, naik 29,28% ke level Rp 43,76 triliun. Frekuensi transaksinya juga naik, meski volumenya agak turun sedikit.
Nah, di tengah kabar buruk ini, ada secercah optimisme. Basis investor lokal ternyata tetap solid, bahkan terus menguat. Per akhir Januari 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia sudah tembus 21,04 juta SID. Artinya, ada tambahan lebih dari 673 ribu investor baru dibandingkan akhir tahun 2025.
Yang menarik, investor sahamnya sendiri hampir menyentuh angka 9 juta SID. Ini menunjukkan sesuatu: partisipasi investor ritel dalam negeri ternyata masih kuat. Mereka seperti tak gentar meski dana asing kabur dan tekanan pasar masih membayangi. Semacam ketahanan yang patut dicatat di tengah kondisi yang serba tidak menentu ini.
Artikel Terkait
Joki Gagal Bayar: Solusi Ajaib atau Jerat Data dan Utang Berlipat?
Pasar Modal Bergejolak Usai Mundurnya Petinggi BEI dan OJK
SMKM Pacu Saham 6% dengan Akuisisi Perusahaan Singapura Senilai Rp172 Miliar
Saham Gocap Melonjak Gila-Gilaan di Tengah IHSG yang Terkapar