Dalam sidang kabinet paripurna Senin lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan perkembangan terbaru soal layanan kesehatan di wilayah bencana Sumatera. Kabar baiknya, semua rumah sakit di lokasi terdampak kini sudah berfungsi kembali. Operasinya bertahap, memang. Tapi setidaknya unit gawat darurat dan ruang operasi sudah bisa melayani.
Menurut Menkes, kondisi ini jauh lebih baik dibanding situasi akhir November silam.
"Pak, kita itu ada 41 yang tidak beroperasi pada saat 26 November. Sekarang alhamdulillah, 100% sudah mulai beroperasi walaupun bertahap, Pak. Baru IGD-nya dulu, ruang operasinya dulu," ujarnya saat berdialog dengan Prabowo Subianto.
Ia bahkan menyebut contoh konkret: Rumah Sakit Tanjungpura di Langkat. Tempat yang sempat kebanjiran itu, kata Budi, kini sudah berjalan lagi.
"Yang terakhir rumah sakit Tanjungpura Langkat yang Bapak datang. Kemarin banjir, hari ini Bapak bisa telepon bupatinya, ini sudah beroperasi," sambungnya.
Namun begitu, ceritanya berbeda ketika bicara soal Puskesmas. Faktanya, puluhan pusat kesehatan masyarakat itu masih tutup. Menkes bercerita tentang kondisi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Dari total sekitar seribu Puskesmas di tiga provinsi tersebut, hampir separuhnya kena imbas bencana.
"Dari hampir 1.000 Puskesmas, itu sekitar 500-an terdampak. 414 sudah beroperasi, kita masih ada yang tidak beroperasi sekitar 50-an. Ada yang hanyut, ada yang hilang, dan lain sebagainya," jelas Budi.
Puskesmas, dalam pandangannya, punya peran vital terutama di fase pemulihan seperti sekarang. Itulah mengapa targetnya cukup ambisius: dia ingin semua Puskesmas bisa berfungsi normal pekan depan. Alasannya jelas. Layanan dasar ini sangat dibutuhkan, baik oleh warga yang bertahan di rumah maupun ratusan ribu pengungsi yang masih tinggal di posko.
"Tahap kedua kita sesudah rumah sakit beroperasi, Puskesmas ini akan kita operasikan mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan, Pak. Dia penting untuk melayani kesehatan masyarakat yang masih tinggal di rumah dan juga melayani kesehatan masyarakat 800.000 yang ada di posko pengungsian," katanya.
Di akhir pemaparannya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan permintaan. Dia membutuhkan dukungan untuk mewujudkan target tersebut.
"Kami butuh bantuan Bapak supaya ini bisa dijalankan," tutupnya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu