Vladimir Putin punya tawaran baru. Presiden Rusia itu menawarkan jasa Moskow untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, yang memanas lagi setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Caranya? Dengan memanfaatkan hubungan yang sudah dijalin Rusia dengan Teheran.
Menurut laporan Reuters, Rabu lalu, Putin mengangkat telepon dan menelepon langsung para pemimpin tiga negara Arab di Teluk. Dalam percakapan itu, dia secara terbuka mengkritik serangan AS-Israel yang terjadi akhir pekan sebelumnya.
Negara-negara Teluk yang dia hubungi Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar bukanlah pihak yang ringan. Mereka sekutu dekat Washington. Tapi belakangan, mereka justru jadi sasaran tembak drone dan rudal Iran. Serangan balasan Teheran itu merupakan respons atas aksi AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari.
Nah, di tengah situasi runyam ini, Putin menawarkan diri jadi penengah. Dia bersedia menyampaikan keluhan para pemimpin Arab itu langsung ke Iran.
Setidaknya, itulah yang terungkap dari pernyataan resmi Kremlin mengenai panggilannya dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Artikel Terkait
Mensos Kritik Ego Sektoral Data, Soroti Pentingnya Data Tunggal untuk Bansos
BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Rp 442 Juta untuk Ojol Korban Kecelakaan Kerja
Serangan Iran ke Teluk Picut Kecaman dan Perkuat Dukungan untuk AS-Israel
Gubernur Jateng Bantah Pernyataan Fadia, Klaim Tak Ada Bersamaan Saat OTT KPK