Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, menghasilkan diskusi yang menyoroti kemunduran hubungan bilateral yang disebut-sebut terjadi di era pemerintahan sebelumnya. Trump mengungkapkan bahwa dirinya dan Xi sama-sama menyalahkan kebijakan mantan Presiden Joe Biden sebagai penyebab utama keretakan tersebut.
Pertemuan itu berlangsung pada Kamis malam, 14 Mei 2026, sebagaimana dilaporkan oleh media The Hill pada Jumat, 15 Mei 2026. Dalam pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Trump menulis bahwa Xi dengan elegan menyebut Amerika Serikat sebagai negara yang sedang mengalami kemunduran. Menurut Trump, pernyataan itu merujuk pada kerusakan yang diderita AS selama empat tahun kepemimpinan Biden.
“Ketika Presiden Xi dengan sangat elegan menyebut Amerika Serikat mungkin sebagai negara yang sedang mengalami kemunduran, dia merujuk pada kerusakan luar biasa yang kita derita selama empat tahun pemerintahan Sleepy Joe Biden dan kebijakan administratif Biden, dan dalam hal itu, dia 100% benar,” tulis Trump dalam unggahannya.
Trump kemudian merinci sejumlah masalah yang ia anggap sebagai warisan buruk pemerintahan sebelumnya, termasuk perbatasan terbuka, pajak tinggi, kebijakan transgender, partisipasi pria dalam olahraga wanita, program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI), kesepakatan perdagangan yang buruk, serta kejahatan yang merajalela.
Meski demikian, Trump tidak menyebutkan secara spesifik komentar apa yang disampaikan Xi dalam pertemuan tersebut. Namun, unggahan itu muncul setelah Xi melontarkan pertanyaan apakah kedua negara dapat mengatasi apa yang disebut sebagai “jebakan Thucydides” sebuah teori yang menyatakan bahwa ketika kekuatan yang sedang bangkit mengancam untuk menggantikan kekuatan yang sudah mapan, konflik berskala besar dapat terjadi.
Sebelumnya, pada tahun 2021, Xi juga pernah menyatakan bahwa “Timur sedang bangkit dan Barat sedang menurun.” Pernyataan itu kembali menjadi sorotan di tengah ketegangan geopolitik yang masih membayangi hubungan AS-China.
Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan klarifikasi resmi mengenai kutipan yang dirujuk dalam unggahan Trump tersebut. Sementara itu, Trump menambahkan dalam unggahannya bahwa Xi tidak sedang merujuk pada kebangkitan yang telah ditunjukkan Amerika Serikat selama 16 bulan kepemimpinannya, termasuk operasi militer di Venezuela dan perang dengan Iran.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan