Wuling Aira EV Diklaim Cuma Habiskan Rp151 per Kilometer

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:06 WIB
Wuling Aira EV Diklaim Cuma Habiskan Rp151 per Kilometer

Wuling Aira EV, mobil listrik terbaru yang dirancang untuk mobilitas harian, diklaim memiliki biaya operasional yang sangat hemat. Berdasarkan pengujian efisiensi energi, mobil ini hanya membutuhkan sekitar Rp151 untuk menempuh jarak satu kilometer.

Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko, mengungkapkan bahwa Aira EV, yang merupakan kembaran dari Wuling Hongguang Mini EV di China, telah melalui pengujian tingkat efisiensi penggunaan energi listrik. Hasilnya, mobil ini hanya mengonsumsi 8,9 kWh untuk setiap 100 kilometer berdasarkan metode ukur CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle). Angka tersebut kemudian dikonversi ke satuan yang lebih familiar di Indonesia.

"Itu basis perhitungannya menggunakan Aira EV varian Standard Range di China jadi satuannya CLTC. Keluar konsumsi daya dari hasil uji tersebut 8,9 kWh per 100 kilometer atau kita konversi 11,2 km/kWh," ujar Danang saat ditemui di ICE BSD.

Dengan menggunakan acuan tarif listrik di Indonesia yang sekitar Rp1.699 per kWh, Wuling menghitung biaya energi untuk Aira EV varian Standard Range hanya sekitar Rp151 per kilometer. Capaian ini menjadikan Aira EV sebagai kendaraan yang hemat energi dan ramah di kantong.

"Nah kemudian dari situ kita pakai acuan tarif listrik di Indonesia saat ini yakni sekitar Rp 1.699 per kWh. Jadi kalau kita kalkulasikan dari dua hasil tersebut, baru ketemu biaya energinya sekitar Rp 151/km untuk Standard Range," papar Danang.

Wuling Aira EV menambah jajaran model battery electric vehicle (BEV) di Indonesia, setelah sebelumnya Wuling Air EV menjadi pionir kendaraan elektrik di segmen ini. Dengan harga di bawah Rp200 juta, Aira EV ditawarkan dalam dua varian: Standard Range yang dijual Rp155 juta dan Long Range dengan banderol Rp175 juta. Masing-masing memiliki kapasitas baterai 16,2 kWh untuk jarak tempuh 205 kilometer dan baterai 25,1 kWh untuk jarak 301 kilometer.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags