Sebagai catatan, program ONE Pass sebenarnya sudah diluncurkan sejak 2023 untuk menjaring talenta terbaik dari berbagai sektor, mulai dari bisnis, seni, olahraga, hingga akademisi. Hingga kini, lebih dari 8.000 orang telah memegang visa ini.
Di antara nama-nama ternama yang menggunakan ONE Pass adalah Dr. Anders Skanderup dari A"STAR Genome Institute Singapura dan Oliver Jay dari OpenAI.
Ia menambahkan, sambil mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing di area-area yang masih bisa ditingkatkan produktivitinya.
Menurut juru bicara Kementerian Tenaga Kerja yang memberi pengarahan akhir Februari lalu, tujuan akhirnya jelas. Mereka berharap para pemegang visa baru ini bisa menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka peluang bisnis segar, dan yang paling penting, membuka lapangan kerja bagi warga Singapura sendiri.
Soal kuota, pemerintah tampaknya tidak mau menetapkan target angka yang kaku. Mengingat ambang kelayakan yang sangat tinggi itu, jumlah persetujuan visa diprediksi tidak akan terlalu besar. Intinya, mereka cari yang benar-benar top-tier.
Langkah Singapura ini bukanlah yang pertama. Dalam setahun terakhir, beberapa negara lain juga sudah meluncurkan skema visa serupa untuk menarik minat para jenius teknologi. Persaingan untuk mendapatkan orang-orang terbaik di bidang AI dan teknologi kini semakin panas.
Artikel Terkait
BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek Siang-Sore Ini
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Imbas Konflik
Gubernur DKI Siap Tertibkan Terminal Bayangan Jelang Mudik
Pengadilan Bebaskan Pengacara Junaedi Saibih dari Dakwaan Suap Hakim