Manchester - Awal yang manis. Itulah yang dirasakan Michael Carrick di periode keduanya memegang kendali Manchester United. Sebagai manajer interim, catatannya fantastis: enam menang dan sekali imbang dari tujuh laga pertama. Suasana di sekitar klub pun terasa lebih ringan.
Namun begitu, Carrick sendiri tak mau larut dalam euforia. Pria asal Inggris itu justru bersikap sangat realistis. Ia paham betul, dalam sepak bola, roda terus berputar. Kekalahan atau masa sulit pasti akan datang, itu hanya soal waktu.
“Pada titik tertentu, ia tahu kekalahan atau penurunan performa pasti akan datang,” begitu kira-kira isi pikirannya. Tantangan sebenarnya, menurut Carrick, adalah mencegah satu kekalahan berubah menjadi tren buruk yang berkepanjangan. Itu kuncinya.
Artikel Terkait
Jerman Evakuasi Diplomat dari Irak Menyusul Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026
Arteta: Arsenal Layak Bawa Pulang Kemenangan dari Markas Leverkusen
Polda Jateng Ungkap Produksi Mi Berformalin di Boyolali Sejak 2019