Pertamina Pastikan Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz dalam Kondisi Aman

- Selasa, 03 Maret 2026 | 22:50 WIB
Pertamina Pastikan Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz dalam Kondisi Aman

Ancaman penutupan selat sendiri datang langsung dari seorang komandan Garda Revolusi Iran (IRGC). Ebrahim Jabbari, Penasihat Senior untuk Panglima Tertinggi IRGC, bersuara keras.

"Selat itu ditutup. Kalau ada yang coba lewat, para pahlawan kami akan membakar kapal-kapal itu," ancam Jabbari, Selasa lalu.

Dia bahkan tak berhenti di situ. Jabbari mengancam akan menyerang jalur pipa minyak, sebuah langkah yang dia klaim akan melambungkan harga minyak hingga menyentuh angka 200 dolar AS per barel. Saat ini harganya masih jauh di bawah itu.

"Kami tak akan biarkan setetes minyak pun keluar dari sini. Minyak akan tembus 200 dolar dalam hitungan hari," tegasnya.

Dan pesannya untuk AS jelas: "Amerika, dengan utang miliaran, bergantung pada minyak kawasan ini. Tapi mereka harus tahu, setetes pun tak akan sampai ke mereka."

Ancaman ini bukan main-main. Selat Hormuz, jalur sempit antara Iran dan Oman, adalah urat nadi minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global atau setara 21 juta barel per hari melintas di sini. Gangguan sekecil apa pun sudah pasti akan mendorong harga minyak mentah melonjak tajam dan memperdalam kekhawatiran akan perang yang lebih luas.

Nah, dalam situasi genting seperti inilah, nasib dua kapal Pertamina dan awaknya terus diawasi. Semoga saja semua berakhir dengan baik.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar