Lalu, bagaimana langkah konkretnya? Koordinasi intensif digeber dengan seluruh Perwakilan RI di lapangan. Tujuannya jelas: memastikan kondisi WNI terpantau dan tertangani dengan baik. Dari pembaruan data, pemantauan kondisi riil, sampai menyusun langkah penanganan.
Tak cuma itu. Semua perwakilan di lapangan juga sudah mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Komunikasi dengan komunitas dan simpul-simpul WNI diperkuat. Bahkan, sejumlah opsi antisipasi untuk keadaan darurat pun disiapkan.
Heni memastikan, skenario terburuk sudah dipikirkan. Berbagai skenario kontinjensi, termasuk mekanisme evakuasi, telah disiapkan. Tentu saja, dengan tetap mempertimbangkan dinamika keamanan yang berubah-ubah dan koordinasi dengan otoritas setempat.
"Dalam situasi darurat, WNI/PMI dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di 62 812-9007-0027 atau Hotline Perwakilan RI terdekat," jelas Heni.
Jadi, intinya, meski situasi geopolitik memanas, upaya untuk melindungi warga Indonesia di Timur Tengah disebutnya tak pernah kendur. Pemantauan berjalan, jalur komunikasi dibuka lebar, dan rencana cadangan ada di meja.
Artikel Terkait
Pemerintah Cairkan THR Rp55 Triliun untuk ASN, TNI-Polri, dan Pensiunan
KPK Tangkap Bupati Pekalongan dalam Operasi Tangkap Tangan
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Ribuan Penerbangan Dibatalkan, 300 Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Teluk