Selat Hormuz kembali memanas. Garda Revolusi Iran dikabarkan menyerang kapal tanker bahan bakar milik sekutu Amerika Serikat di perairan itu. Kapal bernama Athens Nova itu dilaporkan terbakar setelah dihantam dua drone tempur.
Menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang dilansir Press TV dan Anadolu Agency, serangan terjadi pada Senin (2/3). Mereka menuduh kapal tanker tersebut berusaha melintasi selat itu "secara ilegal".
"Kapal masih terbakar di perairan Selat Hormuz," begitu bunyi pernyataan IRGC, Selasa (3/3/2026).
Latar belakangnya jelas: ketegangan yang sudah memuncak. Iran sebelumnya telah menutup akses Selat Hormuz. Langkah ini diambil menyusul serangan terkoordinasi AS dan Israel pada akhir pekan lalu, yang menewaskan sejumlah tokoh tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Nah, sebagai balasannya, Iran tak tinggal diam. Mereka sudah melancarkan serangan drone dan rudal ke arah Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Situasi di Timur Tengah pun makin mencekam.
Dalam pernyataan terpisah, IRGC mengklaim Angkatan Lautnya telah melaksanakan serangan "tegas dan terarah". Mereka meluncurkan 26 drone ofensif dan lima rudal balistik. Targetnya adalah aset militer AS di Selat Hormuz, juga di Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Ini masalah besar. Selat Hormuz bukan jalur sembarangan. Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia atau kira-kira 20 juta barel per hari melewati koridor sempit ini. Ditambah lagi ekspor gas alam cair dari Qatar dan UEA. Gangguan di sini dampaknya langsung terasa global.
Serangan terhadap Athens Nova ini, karenanya, bukan sekadar insiden lokal. Ini adalah babak baru dari konflik yang kian meluas, di mana jalur energi vital dunia berubah menjadi medan tempur.
Artikel Terkait
Wamendagri Soroti Keberhasilan Kampung Jambon Gesikan Magelang sebagai Role Model Lingkungan
Polda Sumsel Bersihkan Masjid dan Gereja dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Trump Desak Hizbullah Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
Polisi Hentikan Penyidikan Tiga Tersangka Tudingan Ijazah Palsu Jokowi