Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri di Palmerah ternyata punya dampak ganda. Di satu sisi, program ini jelas membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil. Tapi manfaatnya ternyata lebih dalam dari itu. Kehadiran dapur ini justru membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar yang sedang kesulitan mencari penghasilan.
Wulan, salah satu warga Palmerah Barat yang rumahnya tak jauh dari lokasi, merasakan betul manfaatnya. Dulunya ibu rumah tangga biasa, kini ia bisa membantu perekonomian keluarga.
"Banyak banget sih manfaat yang diperoleh," ujar Wulan saat kami berbincang di SPPG Polri Palmerah, Rabu lalu.
Yang menarik, manfaatnya berputar dalam keluarganya sendiri. Selain dapat penghasilan sebagai relawan, anak balitanya juga menerima makanan bergizi dari tempat yang sama. "Jadi merasa terbantu banget. Jadi Ibunya dapat penghasilan, anaknya dapat MBG yang diolah sama Ibunya," tuturnya.
Memasuki Ramadan, tentu ada tantangan. Wulan mengaku rasa haus dan lelah kerap datang selepas sahur. Tapi setelah itu, ia bisa menikmati pekerjaannya. Tantangan lain justru teknis. Sebagai tim pengemasan, ia harus ekstra hati-hati.
"Sebenarnya bedanya cuma tempatnya aja ya. Kalau pakai ompreng kan tinggal tuang-tuang. Kalau pakai plastik, ya... pakai hand glove, masukin makanannya, dan takarannya harus adil. Enggak boleh ada yang lebih atau kurang. Betul harus ditimbang," katanya menjelaskan perbedaan pengemasan di bulan puasa.
Cerita serupa datang dari Akrom. Ia bergabung setelah mengalami PHK dari tempat kerjanya yang dulu. Sempat coba buka usaha katering UMKM, tapi akhirnya mentok. Informasi lowongan dari Polsek pun ia sambut.
"Sempat tidak ada kerjaan," ungkap Akrom tentang masa sulitnya.
Sekarang, sebagai tim memasak, ia bisa kembali menafkahi keluarga. Dan rasanya bukan cuma soal uang. "Minimal untuk saya pribadi, apa yang saya biasa lakukan bisa bermanfaat untuk anak-anak sekolah. Alhamdulillah untuk income... cukuplah," terangnya. Ada kepuasan batin yang ia dapat.
Menyadari para relawan juga berpuasa, manajemen SPPG pun menyesuaikan. Kepala SPPG Polri Palmerah, Mustaqim, menegaskan mereka tak membebani relawan dengan target kerja berat selama Ramadan.
"Kami memanajemen SDM dengan sebaik mungkin. Kami tidak memberikan beban kerja yang berat seperti hari biasa," jelas Mustaqim.
"Kami melaksanakan dengan jam kerja yang efisien, serta jam kerja yang kami majukan, sehingga mereka tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal," imbuhnya. Pola kerjanya dibuat lebih singkat namun tetap efektif.
Jadi, program ini tak sekadar bagi-bagi makanan. Ia seperti roda penggerak kecil yang menghidupkan semangat dan perekonomian warga di sekitarnya.
Artikel Terkait
Polresta Cirebon Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Rumah Kontrakan
Pimpinan DPR Gelar Makan Siang di Kantin Demokrasi, Bahas Persatuan di Tengah Geopolitik Global
Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Balas Jika Blokade AS Berlanjut
Menteri Keuangan: IMF dan Bank Dunia Percaya Ekonomi Indonesia Bergerak ke Arah yang Benar