Dapur Gizi Polri di Palmerah Buka Lapangan Kerja bagi Warga Terdampak

- Selasa, 03 Maret 2026 | 11:35 WIB
Dapur Gizi Polri di Palmerah Buka Lapangan Kerja bagi Warga Terdampak

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri di Palmerah ternyata punya dampak ganda. Di satu sisi, program ini jelas membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil. Tapi manfaatnya ternyata lebih dalam dari itu. Kehadiran dapur ini justru membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar yang sedang kesulitan mencari penghasilan.

Wulan, salah satu warga Palmerah Barat yang rumahnya tak jauh dari lokasi, merasakan betul manfaatnya. Dulunya ibu rumah tangga biasa, kini ia bisa membantu perekonomian keluarga.

"Banyak banget sih manfaat yang diperoleh," ujar Wulan saat kami berbincang di SPPG Polri Palmerah, Rabu lalu.

Yang menarik, manfaatnya berputar dalam keluarganya sendiri. Selain dapat penghasilan sebagai relawan, anak balitanya juga menerima makanan bergizi dari tempat yang sama. "Jadi merasa terbantu banget. Jadi Ibunya dapat penghasilan, anaknya dapat MBG yang diolah sama Ibunya," tuturnya.

Memasuki Ramadan, tentu ada tantangan. Wulan mengaku rasa haus dan lelah kerap datang selepas sahur. Tapi setelah itu, ia bisa menikmati pekerjaannya. Tantangan lain justru teknis. Sebagai tim pengemasan, ia harus ekstra hati-hati.

"Sebenarnya bedanya cuma tempatnya aja ya. Kalau pakai ompreng kan tinggal tuang-tuang. Kalau pakai plastik, ya... pakai hand glove, masukin makanannya, dan takarannya harus adil. Enggak boleh ada yang lebih atau kurang. Betul harus ditimbang," katanya menjelaskan perbedaan pengemasan di bulan puasa.

Cerita serupa datang dari Akrom. Ia bergabung setelah mengalami PHK dari tempat kerjanya yang dulu. Sempat coba buka usaha katering UMKM, tapi akhirnya mentok. Informasi lowongan dari Polsek pun ia sambut.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar