Lalu, bagaimana detail kejadiannya? Menurut laporan AP yang dirujuk stasiun televisi pemerintah, Khamenei sedang berada di kompleks kediamannya di jantung Teheran saat serangan mendadak terjadi. Foto satelit dari Airbus kemudian mengungkap kekejaman serangan itu: lokasi tersebut hancur dibom habis-habisan.
Kematiannya di kantor justru digambarkan sebagai simbol. Sebuah wujud komitmen untuk tetap berdiri di tengah rakyat, di garis depan, menghadapi apa yang mereka sebut sebagai arogansi global.
Pengumuman resmi kematiannya disiarkan dengan nada pilu.
“Kepada rakyat Iran yang mulia dan bangga: Dengan duka cita yang mendalam, kami ingin memberitahukan kepada Anda bahwa setelah serangan biadab oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang jahat, teladan sejati iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatollah Agung Khamenei, telah berpulang dengan syahid,” demikian bunyi pengumuman yang dibacakan pembawa acara.
Nada ancaman sudah terdengar. Janji balas dendam mengudara. Sekarang, dunia menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.
Artikel Terkait
Protes di Times Square dan Serangan Balasan Iran Menyusul Eskalasi Militer AS-Israel
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang
Iran Serang Dubai dan Kawasan Teluk, Hotel Mewah dan Bandara Terdampak