Lalu, strategi apa yang disiapkan? Rully merincinya. Pertama, dengan memperkuat pilihan investasi di internal perseroan. Kedua, mengakselerasi aplikasi Bale yang kini jadi platform andalan untuk transaksi dan investasi secara terpadu. Lewat Bale, nasabah bisa mengakses segala hal: dari urusan transaksi harian, pembiayaan, sampai nantinya jadi fondasi untuk fitur baru seperti cicilan emas.
Tak cuma itu. Untuk melengkapi ekosistem tadi, BTN juga mempercepat strategi 'beyond mortgage'. Mereka berencana menghadirkan beragam produk consumer banking. Kartu kredit, buy now pay later, dan kredit kendaraan bermotor akan diluncurkan. Tujuannya sederhana: memenuhi kebutuhan finansial nasabah secara lebih menyeluruh dan satu atap.
Menariknya, penguatan bisnis wealth management ini berjalan beriringan dengan komitmen BTN mendorong pertumbuhan nasabahnya, khususnya para pelaku UMKM. Melalui KUR dan kredit modal kerja, bank ini membuka peluang usaha mikro untuk naik kelas.
Logikanya cukup jelas. Seiring berkembangnya usaha dan kapasitas finansial yang makin sehat, pelaku UMKM berpotensi naik strata. Dari nasabah biasa, mereka bisa bertransformasi masuk segmen Prospera, Prioritas, bahkan Private Banking. Pendekatan ini membuat BTN tak sekadar mengelola dana, tapi juga aktif mendampingi nasabahnya tumbuh hingga mampu mengelola kekayaan secara optimal.
"Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi kami. BTN ingin jadi mitra finansial jangka panjang. Bukan cuma menyediakan solusi, tapi juga mendampingi perjalanan nasabah dari fase membangun usaha sampai ke tahap mengelola kekayaan," pungkas Rully.
(kunthi fahmar sandy)
Artikel Terkait
Iran Serang Dubai dan Kawasan Teluk, Hotel Mewah dan Bandara Terdampak
IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei
Media Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Khamenei dalam Serangan AS-Israel
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta