Angka korban terus bertambah. Serangan yang menyasar sebuah sekolah dasar putri di selatan Iran itu, menurut laporan terbaru, telah menelan 108 nyawa. Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan AS dan Israel yang dimulai sejak Sabtu pagi waktu setempat.
Salah satu sasaran yang paling memilukan adalah SD Shajareh Tayyebeh di Minab. Serangan ke tempat anak-anak belajar itu menuai kecaman keras dari berbagai pihak.
Wakil Presiden Iran, Mohammad-Reza Aref, tak menyembunyikan amarahnya. Dalam sebuah pesan yang dikutip kantor berama IRNA, Aref menyebut serangan ini sebagai contoh nyata kejahatan perang.
Dia berjanji akan memberikan tanggapan yang kuat dan proporsional. Namun begitu, Aref juga menegaskan bahwa Iran tak hanya akan bergerak secara militer. Mereka berencana memanfaatkan seluruh potensi hukum dan politik di forum internasional untuk menindaklanjuti kasus ini.
Artikel Terkait
Tradisi Labuhan Telaga Sarangan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda
Reza Pahlavi Serukan Persiapan Rakyat Iran Pasca-Kematian Khamenei
Dokter Tirta Bongkar Mitos Air Dingin Bikin Kembung Saat Buka Puasa
Trump Klaim Jalan Diplomasi Terbuka Pasca-Serangan yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran