Kabut tipis masih menyelimuti Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang pagi itu, Rabu (7/1/2026). Di antara genangan lumpur yang mulai mengering, riuh rendah aktivitas terlihat jelas. Ribuan praja IPDN dan ASN Kemendagri bergerak, membersihkan sisa-sisa bencana. Ulung Sampurna Jaya, sang Kasatgas, berdiri di tengah keriuhan itu. Dengan nada percaya diri, ia menyebut progres pembersihan kantor pemerintahan sudah mencapai angka 30 persen. Targetnya jelas: memulihkan aktivitas pemerintahan secepat mungkin.
“Progresnya cukup menggembirakan,” ujar Ulung.
Menurutnya, capaian itu tak lepas dari kerja keras para praja yang dikerahkan secara bertahap sejak akhir pekan lalu. Mereka datang dalam dua gelombang, tanggal 3 dan 4 Januari. Lalu, sejak Senin (5/1), operasi pemulihan benar-benar digeber. Ada 27 titik target operasi yang ditetapkan, dan semuanya kini sedang dikerjakan.
“Seluruhnya sudah dikerjakan,” tegasnya.
Kunci percepatan ini ternyata ada di pekerjaan manual yang digarap para praja. Sebagian besar sudah beres. Nah, untuk pekerjaan berat selanjutnya khususnya pengangkutan lumpur di area luar ruangan akan diserahkan pada alat berat. Transisi ini penting agar proses tetap efisien.
Di sisi lain, beberapa kantor bahkan sudah dinyatakan bersih total. Ulung menyebut kantor Bappeda dan Dinas Kesehatan sebagai contoh. Keduanya sudah ‘clear’ dan siap masuk ke tahap pemulihan berikutnya.
“Hari ini clear, dan dilanjutkan dengan kantor-kantor dinas lainnya,” katanya.
Soal penugasan di lapangan, rupanya tidak seragam. Setiap titik operasi melibatkan sekitar 2 pleton praja. Jumlahnya disesuaikan dengan luas area dan tingkat kerusakan yang ada. Fleksibilitas jadi kunci. IPDN sendiri masih menyiagakan praja cadangan untuk titik-titik yang dinilai butuh tambahan tenaga.
“Kalau suatu daerah membutuhkan praja yang lebih banyak, ya akan kita tambah,” jelas Ulung.
Pola kerjanya pun diatur ketat. Para praja di lapangan didampingi langsung oleh Kasat Dharma untuk hal teknis, sementara pengawasan menyeluruh dipegang Kasat Wira. Tujuannya satu: memastikan semua berjalan sesuai rencana. Dengan dukungan alat berat yang terus dioptimalkan, Ulung tampak optimistis.
Ia bahkan memberi perkiraan waktu. “Kalau alat berat lengkap dan cuaca mendukung, insyaallah dalam 10 hari bisa selesai. Saya rasa optimistis, melihat progres yang ada sekarang,” tandasnya penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Kelebihan Biaya Perjalanan Luar Negeri Presiden Prabowo Ditanggung Pribadi, Klaim Sekretaris Kabinet
Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data di Jalur Puncak, Volume Kendaraan Capai 40.000 per Hari
Ruben Onsu Hentikan Nafkah ke Sarwendah karena Tak Dapat Akses Temui Anak
Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Tewaskan Lima Orang, 55 Warga Mengungsi