Ancaman sanksi lebih berat pun menganga. Amerika, kata Rubio, sama sekali tidak ragu untuk membatasi pergerakan warganya sendiri jika dianggap perlu demi keamanan. "Jika Iran tidak berhenti, kami terpaksa akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan," ujarnya. Langkah yang dimaksud bisa berupa pembatasan penggunaan paspor AS untuk perjalanan yang berkaitan dengan Iran.
Di sisi lain, dari Pentagon, nada yang terdengar agak berbeda meski tujuannya sama. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut bahwa semua opsi masih terbuka dalam pendekatan AS terhadap Iran. Namun, ia masih mendorong jalan diplomasi.
“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden,” kata Hegseth.
Jadi, meski Presiden Trump lebih memilih solusi diplomatik, pesannya jelas: militer AS sudah menyiapkan segala rencana darurat. Semuanya kini bergantung pada respons Tehran.
Artikel Terkait
Trump Peringatkan Iran Usai Serangan Gabungan AS-Israel
Indonesia Prioritaskan Keselamatan WNI di Iran Usai Serangan AS-Israel
Iran Balas Serangan, Rudal dan Drone Hantam Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah
Indonesia Siap Kawal Industri Panel Surya Hadapi Penyelidikan Antisubsidi AS