Ancaman sanksi lebih berat pun menganga. Amerika, kata Rubio, sama sekali tidak ragu untuk membatasi pergerakan warganya sendiri jika dianggap perlu demi keamanan. "Jika Iran tidak berhenti, kami terpaksa akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan," ujarnya. Langkah yang dimaksud bisa berupa pembatasan penggunaan paspor AS untuk perjalanan yang berkaitan dengan Iran.
Di sisi lain, dari Pentagon, nada yang terdengar agak berbeda meski tujuannya sama. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut bahwa semua opsi masih terbuka dalam pendekatan AS terhadap Iran. Namun, ia masih mendorong jalan diplomasi.
“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden,” kata Hegseth.
Jadi, meski Presiden Trump lebih memilih solusi diplomatik, pesannya jelas: militer AS sudah menyiapkan segala rencana darurat. Semuanya kini bergantung pada respons Tehran.
Artikel Terkait
Bale Syariah BSN Catat Transaksi Hampir Rp2 Triliun, Tanda Kepercayaan Meningkat
Menko Airlangga: Posisi Diplomasi Indonesia Makin Strategis di Mata Global
Pemerintah Targetkan 141.000 Rusun Bersubsidi di Meikarta untuk Atasi Keterjangkauan Hunian
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penjual Alat Phishing dengan Keuntungan Rp25 Miliar