Kejadian yang cukup membuat jengkel dialami kru ambulans di Jakarta Barat. Mereka didatangkan ke suatu lokasi untuk menjemput pasien, tapi ternyata itu hanya tipu daya. Ujung-ujungnya, mereka malah disuruh jadi penagih utang oleh si pemanggil.
Video tentang insiden ini ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman yang dilihat Rabu lalu, terlihat jelas percakapan antara sopir ambulans yang kesal dengan suara si penelepon. Sang sopir sudah datang jauh-jauh, tapi yang namanya pasien tak juga ketemu. Situasinya jadi serba salah.
"Bapak berarti melecehkan tenaga medis, pak," ujar sopir itu, suaranya terdengar kesal.
Dia pun berusaha menegur si penelepon. Sudah keluar bensin, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit, tapi respons di seberang telepon justru santai. Bahkan terdengar tawa.
"Bapak sudah mengorder ambulans ke sini pakai bensin, pakai tenaga, waktu," katanya lagi.
"Nanti saya tf (transfer), saya tf. Ada DANA? Ah nggak ada he...he...he," balas si penelepon sambil tertawa. Sungguh sikap yang tak pantas.
Dikonfirmasi terpisah, sopir ambulans bernama Yoga Dwi Saputra bercerita awal mula kejadian. Semuanya berawal dari pesan WhatsApp yang diterimanya pada Selasa. Seorang bernama Dobi meminta ambulans menjemput 'pasien' di sebuah gedung perkantoran di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
"Sampai situ, kata orang kantornya orangnya lagi nggak masuk, 'orangnya lagi nggak masuk mas', dia bilang gitu," tutur Yoga saat dihubungi.
Nah, di sinilah situasinya berbelok. Alih-alih meminta maaf, si penelepon malah menyuruh Yoga menyerahkan ponselnya kepada seseorang di lokasi. Tujuannya? Untuk menagih utang.
"Minta dihubungkan ke orang yang di kantor itu. Suruh bayar utang, si Rudi siapa tuh ya namanya, ya udah begitu," imbuhnya.
Yoga tentu saja geram. Orderan yang tampak mendesak ternyata cuma akal-akalan debt collector. Dia sempat meminta ganti rugi untuk bensin yang terpakai, tapi jawabannya cuma ledekan.
"Iya (sempat minta ganti rugi), dia "ngeledek" doang itu, nggak ada (ganti rugi yang diberikan)," jelas Yoga dengan nada frustrasi.
Karena merasa dirugikan, Yoga berniat melaporkan kejadian ini ke polisi. Apalagi, ini bukan pertama kalinya dia dapat orderan fiktif dari debt collector yang sama. Sebelumnya, di Tanjung Pasir, dia juga sudah pernah dikerjai dengan modus serupa.
"Ya rencana sih, saya sih mau lapor. Ya karena merugikan material juga ya. Dua kali, saya dua, dua kali. Yang pertama di Tanjung Pasir untuk pasien kontrol terus sampe sana tahunya nggak ada," pungkasnya.
Artikel Terkait
Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Imbang Lawan Sporting Lisbon
Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual Verbal di Grup Chat Mahasiswa FHUI
Ade Rai Luncurkan Platform AI untuk Edukasi Kesehatan Gratis via WhatsApp
Luka, Makan, Cinta Tayang di Netflix 2026, Kisahkan Persaingan Sengit di Dapur Restoran